5 Bahaya Main Smartphone Berlebihan, Waspadai Gangguan Kesehatan yang Mengintai

Ada berbagai macam gangngguan kesehatan yang timbul seiring berkembangnya teknologi, seperti gaming disorder dan nomophobia. Seiring perkembangan zaman, peradaban manusia juga semakin berkembang. Teknologi semakin maju dan membuat pekerjaan manusia semakin ringan.

Tetapi seiring pesatnya perkembangan teknologi, banyak juga masalah kesehatan baru yang muncul karena adanya teknologi. Kemajuan zaman memang seperti dua sisi mata uang, ada baik dan buruknya. Dilansir dari Mirror, berikut ini berbagai penyakit yang muncul seiring berkembangnya zaman.

Game yang banyak dimainkan oleh orang orang di seluruh dunia ternyata membawa dampak buruk untuk kesehatan terutama kesehatan mental. Bahkan, Badan Kesehatan Dunia telah mengklasifikasikan gaming disorder sebagai masalah kesehatan mental. Penderita gaming disorder akan memprioritaskan waktu mereka untuk memainkan game yang mereka sukai dibanding melakukan aktivitas sehari hari.

Gejala yang timbul adalah kurang tidur dan turunnya interaksi sosial dengan sekitar. Semakin canggihnya ponsel pintar atau smartphone dan penggunaanya yang berlebihan ternyata bisa menimbulkan masalah kesehatan. Sebuah survey menemukan fakta sekitar 43% pengguna smartphone pernah merasakan sakit pada ibu jari mereka karena terlalu sering menggunakan smartphone.

Mengetik atau menggeser pada layar smartphone adalah kegiatan motorik yang berulang dan bisa menyebabkan mati rasa, kram dan sakit pada jari, pergelangan dan lengan bagian bawah. Hal ini bisa menyebabkan sindrome carpal tunnel yaitu dimana syarad tertekan yang dikenal dengan istilah tendoitis. American Academy of Orthophaedic Surgeons mengingatkan mobile elbow yang disebabkan karena menekuk lengan terlalu lama saat menggunakan smartphone.

Penyakit ini terjadi karena kebiasaan kita saat bermain handphone sambil memiringkan kepala. Menurut dokter bedah spesialis tulang belakan, kegiatan tersebut sama saja meletakkan beban seberat 27 kg di leher. Hal ini bisa menyebabkan otot otot meradang atau dikenal dengan istilah text neck .

Para ahli menyarankan posisi smartphone yang sejajar dengan mata saat kita bermain smartphone. Nomophobia berasal dari kara no mobile phobia , yaitu rasa cemas ketika smartphone tidak ada di genggaman kita. Survey di YouGov menemukan jika 53% pengguna smartphone di dunia merasa cemas jika sedang tidak menggenggam smartphone.

Kondisi ini bisa berubah hingga menimbulkan rasa panik untuk penderitanya. Dalam penelitian yang dimuat dalam Journal of Social Clinical Psychology, menemukan bahwa membatasi penggunaan instagram dan sosial media lainnya selama 10 menit per hari bisa mengurangi risiko nomophobia. Moms, mungkin Moms sudah sering mendengar jikaobesitaspun dapat disebabkan oleh penggunaan gadget .

Melansir WebMD, memang paparan gadget secara rutin menyebabkan seseorang malas bergerak dan dapat meningkatkan risikoobesitas. Namun tak hanyaobesitas, gadget pun dapat menyebabkangangguan kesehatanlainnya. Ya, gadget memang hasil perkembangan teknologi yang didesain untuk mempermudah kehidupan.

Akan tetapi menurut Profesor Desain Industri Universitas Stanford, Barry Katz, perkembangan teknologi seringkali terjadi terlalu pesat untuk kita memahami cara menggunakannya yang tepat. Hal ini mengakibatkan kita menggunakan gadget dengan cara yang salah, dan berimbas memengaruhi kesehatan. Maka Moms perlu berhati hati dalam menggunakan gadget .

Kenali gangguan kesehatan yang dapat disebabkan oleh penggunaan gadget ya, Moms. Ini 4 gangguan kesehatan akibat penggunaan gadget . Mata kita ternyata tidak didesain untuk memandang selama berjam jam pada satu titik tertentu.

Namun inilah yang kita lakukan sehari hari di depan komputer atau gadget . Jika Moms setiap hari memang menggunakan gadget selama berjam jam, Moms mungkin akan mengalami CVS. CVS, atau computer vision syndrome menyebabkan beberapa gangguan pada mata.

Gejalanya yakni mata terasa lelah, iritasi, mata merah, pandangan buram, dan berkunang kunang. Walau bukan situasi permanen, CVS bisa mengganggu kenyamanan. Moms, apakah Moms mengetahui jika tubuh kita memiliki pengaturan waktu tersendiri?

Tubuh mengenali waktu di mana kita merasa lelah dan harus tidur, sehingga kita bisa beristirahat dengan optimal. Akan tetapi penggunaan gadget dapat mengacaukan jam internal tubuh tersebut. Menjadikan gadget pengisi waktu di malam hari juga dapat menyebabkan Moms mengalami kesulitan tidur.

Tak hanya gadget , menonton televisi juga berdampak serupa. Penelitian membuktikan jika remaja yang menonton televisi lebih dari 3 jam sehari mengalami risiko gangguan tidur yang tinggi ketika beranjak dewasa. Tentunya menggunakan gadget bukan hal yang Moms kira mampu menimbulkan cidera.

Namun gerakan gerakan kecil dan konstan yang kita lakukan saat menggunakan gadget ternyata dapat menciderai otot lo, Moms. Gerakan mengetik misalnya, dapat mengakibatkan pembengkakan pada otot. Hanya setengah jam sehari menggunakan mouse pada komputer dapat meningkatkan risiko rasa sakit di pundak, lengan bawah, atau tangan.

Ternyata ada dampak lain yang lebih mengkhawatirkan. Gangguan akibat penggunaan rutin gadget bernama RSI bisa memengaruhi seluruh bagian tubuh. RSI terjadi ketika salah satu bagian tubuh mengalami cidera ringan akibat penggunaan gadget .

Sel yang rusak akibat RSI dapat melepaskan zat bernama cytokines ke aliran darah. Menurut Profesor Departemen Anatomi dan Biologi Sel Temple University, Mary Barbe, ini bisa membahayakan. Sebab cytokines yang tersirkulasi di aliran darah dapat menjadi racun untuk sel syaraf dan sel sel lainnya.

Jangan salah Moms, teknologi terbaru yang Moms gunakan bisa jadi merupakan sumber polusi dalam ruangan. Contohnya printer laser, ketika digunakan mesin satu ini akan mengeluarkan partikel partikel tak terlihat. Partikel berukuran sangat kecil tersebut dapat masuk ke paru paru, berdiam di sana dan menyebabkan gangguan pernapasan.

Salah satunya asma. Tak semua printer melepaskan partikel tersebut Moms, tapi baiknya Moms berhati hati dalam memilih printer .

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *