7 Kuliner Khas Imlek yang Dipercaya Membawa Keberuntungan

Warga Tionghoa sebentar lagi akan merayakan Tahun Baru Cina yang jatuh pada 25 Januari 2020. Biasanya perayaan Tahun Baru Imlek dinikmati dengan berbagai cara, seperti menyaksikan acara barongsai atau membagikan angpao. Namun, hal utama dari perayaan ini sebenarnya adalah jamuan makan keluarga dan relasi pada perayaan Tahun Baru Cina.

Karena hal ini diyakini akan membawa keberuntungan untuk tahun mendatang . Simbolisme keberuntungan dari makanan Tahun Baru Cina didasarkan pada pengucapan dan penampilannya. Berikut tujuh makanan keberuntungan yang biasa disajikan pada perayaan Imlek:

Dalam bahasa Mandarin ikan diucapkan "Yu" yang terdengar seperti kata yang berarti ‘keuntungan’ atau berlebih, atau surplus. Masyarakat Tiongkok selalu suka memiliki keuntungan di akhir tahun, karena ketika mereka dapat menyimpan itu hingga akhir tahun, maka mereka dapat menghasilkan lebih banyak keuntungan di tahun berikutnya. Hal inilah yang membuat ikan menjadi hidangan yang wajib disajikan pada acara makan malam Imlek.

Ikan dapat disajikan dengan berbagai cara seperti direbus atau dikukus. Ikan yang dipilih untuk makan malam Tahun Baru juga harus didasarkan pada homofonik yang menguntungkan. Seperti ikan gurame yang dianggap membawa keberuntungan untuk tahun selanjutnya, atau ikan mas crucian yang melambangkan harapan untuk keberuntungan. Hidangan ikan yang paling terkenal adalah ikan Danau Barat dengan acar kubis dan cabai, ikan kukus dalam saus cuka, dan ikan rebus dengan kaldu pedas.

Terdapat beberapa aturan yang harus dipenuhi ketika memakan ikan pada acara Imlek. Pertama, kepala ikan harus dihadapkan pada tamu atau orang tua yang terhormat. Hal ini dapat diartikan sebagai mewakili rasa hormat kepada orang tersebut. Keluarga yang berkunjung baru dapat menikmati menu makan ini setelah orang yang dihormati menyantap makanan terlebih dahulu.

Selanjutnya, ikan tidak boleh dipindahkan dari tempatnya, serta orang yang berada di posisi kepala dan ekor ikan harus minum bersama karena ini dianggap sebagai makna keberuntungan. Dalam sejarah, lebih dari 1.800 tahun yang lalu pangsit (dalam bahasa Mandarin Ji?ozi) dianggap masyarakat Tiongkok sebagai makanan keberuntungan saat Imlek. Hidangan tradisional ini dinikmati saat makan malam Imlek dan sangat populer di Tiongkok, terutama di Tiongkok Utara.

Legenda mengatakan, semakin banyak pangsit yang ada selama perayaan Tahun Baru, semakin banyak uang yang akan hasilkan di tahun berikutnya. Pada umumnya, pangsit dibuat dengan isi daging cincang, udang potong dadu, ikan, ayam giling, dan sayuran cincang halus yang dibungkus dengan kulit adonan tipis serta elastis. Ketika seseorang menemukan seutas benang putih dalam pangsit, maka orang yang memakannya dipercaya memiliki umur panjang.

Jika yang ditemukan koin di dalam pangsit, maka hal ini melambangkan orang tersebut akan mendapatkan kekayaan. Pangsit harus dibuat dengan lipatan yang bagus, yaitu melengkung karena jika pangsit dibuat terlalu lurus dianggap sebagai lambang kemiskinan. Spring rolls (dalam bahasa Mandarin Ch?nju?n) adalah hidangan yang sangat populer di Tiongkok Timur, seperti Jiangxi, Jiangsu, Shanghai, Fujian, Guangzhou, Shenzhen, Hong Kong, dll.

Lumpia dapat diartikan sebagai keinginan untuk mendapatkan kemakmuran. Hidangan ini dibuat dalam berbentuk silinder dan diisi dengan sayuran, daging, atau sesuatu yang manis. Lumpia dimasak dengan metode deep frying hingga lumpia berwarna kuning keemasan sehingga terlihat seperti batangan emas.

Dalam bahasa Mandarin, kue keranjang disebut nian gao atau nyen gaoww yang artinya terdengar seperti "semakin tinggi dari tahun ke tahun". Dalam kepercayaan masyarakat Tiongkok, kue ini melambangkan semakin tinggi dan makmur bisnis Anda untuk meningkatkan kehidupan. Selain itu, juga semakin tinggi nilai anak anak di sekolah, naiknya kesuksesan bisnis, promosi di tempat kerja, dll.

Bahan utama membuat Nian Gao adalah ketan, gula, chestnut, kurma Cina, dan daun teratai. Ronde (dalam bahasa Mandarin Tangyuan) adalah hidangan penutup Tiongkok yang terbuat dari tepung beras ketan berbentuk bola dicampur dengan air atau sirup manis (sirup jahe). Tangyuan adalah makanan utama untuk Festival Lentera Tiongkok. Namun, masyarakat di Tiongkok selatan memakannya sepanjang Festival Musim Semi.

Pengucapan dan bentuk bulat dari tangyuan dikaitkan dengan reuni dan kebersamaan. Maka dari itu, Tangyuan menjadi salah satu hidangan yang hadir selama perayaan Tahun Baru. Siu Mi dapat diartikan sebagai mi panjang umur yang disajikan dan dinikmati tepat saat hari perayaan Imlek. Siu Mi melambangkan keinginan seseorang untuk memiliki umur panjang.

Seperti namanya, hidangan berbahan dasar mi ini memiliki ukuran lebih panjang dari mi biasanya yang tidak dipotong. Cara memakan Siu Mi ini tidak boleh dipotong harus dimakan secara utuh karena panjangnya mi menandakan panjang umur. Maka dari itu, biasanya masyarakat Tiongkok menggunakan sumpit sebagai alat makan. Makan dan memajang buah jeruk selama perayaan Imlek dipercaya membawa keberuntungan karena jeruk (cheng) memiliki pengucapan yang sama dengan kata sukses (cheng).

Selain itu buah ini memiliki bentuk seperti bola berwarna emas yang melambangkan kepenuhan dan kekayaan. Nah, sudah siapkah kamu menyambut Imlek?

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *