Bocah 6 Tahun Pasien Kritis Meninggal karena Telat Mobil Kijang Halangi & Ajak Balapan Ambulans

Sebuah kejadian mengenaskan menimpa seorang anak yang kritis dan tak bisa terselamatkan lantaran ambulans diadang oleh mobil lain. Peristiwa itu diceritakan melalui status Facebook akun bernama Fauzi. Fauzi belakangan diketahui sebagai relawan pengawal ambulans.

Dalam statusnya, Fauzi menceritakan soal aksi seorang pengendara mobil kijang yang diduga menghalangi secara sengaja ambulans yang dikawalnya dari Puskesmas Leles menuju RSUD dr Slamet Garut. Dalam statusnya, Fauzi menyebut kendaraan kijang tersebut dengan sengaja malah mengajak balap ambulans yang dikawalnya hingga ambulans tidak bisa menyalip kendaraan hingga beberapa kilometer. Hingga pasien di dalam ambulans yang diketahui seorang anak yang kondisinya kritis karena pecah pembuluh darahnya meninggal dunia tidak lama setelah tiba di RSUD dr Slamet Garut.

Muhammad Fauzi (20), pemilik akun Facebook yang pertama kali mengunggah kisah tersebut saat dihubungi wartawan Minggu (16/8/2020) menceritakan, pada Jumat (14/8/2020), dia pulang dari Bandung menuju Garut menggunakan sepeda motor. Saat melintas di Leles, dirinya melihat ambulans dari Puskesmas Leles yang akan ke rumah sakit membawa pasien gawat darurat hingga Fauzi pun langsung mengawal kendaraan tersebut. "Awalnya perjalanan normal, kendaraan lain memberi jalan ambulans," katanya.

Namun, begitu sampai di kawasan Tutugan Leles, ada mobil kijang yang menghalangi laju ambulans. Fauzi pun meminta agar pengemudi ambulans tersebut memberi jalan dengan menepi sebentar. Namun, pengemudinya tetap tidak mau memberi jalan.

"Dia keukeuh enggak mau ngasih jalan," katanya. Karena tak mau memberi jalan, mobil ambulans yang dikawal Fauzi atidak bisa melaju cepat. Ambulans baru bisa mendahului kendaraan tersebut di kawasan Tarogong atau beberapa kilometer terhalang kendaraan tersebut setelah dirinya terus meminta mobil tersebut memberi jalan.

Setelah memberi jalan, menurut Fauzi, mobil kijang tersebut langsung menempel di belakang mobil ambulans. Ambulans dan mobil Kijang tersebut baru berpisah di Bundaran Alun Alun Tarogong. Mobil Kijang berbelok ke Jalan Suherman, sementara ambulans berbelok ke jalan Cimanuk.

"Saat tiba di RSUD, pasiennya saya lihat masih ada (belum meninggal), sempat ditangani petugas juga," katanya. Dihubungi terpisah lewat telepon genggamnya, Damis Sutendi, pengemudi ambulans Puskesmas Leles yang membawa ambulans yang diceritakan oleh Muhammad Fauzi dalam akun Facebooknya membenarkan cerita yang disampaikan Fauzi. Damis mengaku, saat itu dirinya memang tengah membawa pasien gawat darurat yaitu seorang anak berusia sekitar 6tahunyang kondisinya koma setelah mengalami pendarahan di kepala karena terjatuh.

Makanya, anak itu langsung dirujuk ke RSUD dr Slamet Garut oleh petugas Puskesmas Leles. "Sejak keluar Puskesmas memang sudah dikawal oleh relawan yang biasa ngawal," katanya. Menurut Damin, insiden dengan mobil kijang yang tidak memberi jalan, terjadi di kawasan Pasir Bajing Kecamatan Banyuresmi.

Mobil kijang tersebut, malah terus tancap gas meski relawan yang mengawal telah memintanya untuk memberi jalan untuk ambulans. "Dia malah di depan terus walau relawan yang ngawal pakai motor sudah minta jalan," katanya. Menurut Damis, mobil kijang tersebut akhirnya memberikan jalan di kawasan Tarogong setelah relawan memepet kendaraan tersebut hingga ke pinggir jalan.

Akibat ulah pengemudi tersebut, menurut Damis, dirinya setidaknya kehilangan waktu lima menit untuk sampai ke RSUD dr Slamet Garut. "Biasanya cuma 10 menit sampai ke RSU, kemarin mah sampai lebih dari 15 menit," katanya. Damis mengakui, pasien yang dibawanya, memang akhirnya meninggal dunia setelah sempat dirawat beberapa menit di RSUD dr Slamet Garut.

Makanya, Damis sangat menyesalkan aksi pengguna jalan yang tidak memberi jalan untuk ambulans yang membawa pasien darurat. "Semoga tidak ada lagi kejadian serupa, cukup ke pinggir saja sebentar, beri jalan agar pasien bisa cepat dapat perawatan," katanya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *