Dedi Kusnandar Jadi ‘The Next Fernandinho’ di Persib Bandung

Dedi Kusnandar bisa menjadi "The Next Fernandinho" untuk gelaran Liga 1 musim 2020. Fernandinho merupakan gelandang bertahan atau lebih familiar sebagai gelandang pemotong rumput, merupakan defensive midfielder yang pada era Pep Guardiola dialihfungsikan sebagai palang pitu pertahanan. Fernandinho sehatinya beroperasi di lapangan tengah bagi Man City, tugasnya untuk membagikan aliran bola ketika menyerang, dan memutus aliran serangan tim lawan.

Namun musim ini, Pep Guardiola selaku pelatih kepala The Citizens merubah formasi pemain asal Brasil itu menjadi bek tengah. Fernandinho kemudian diduetkan dengan John Stones di palang pintu tim rival sekota Manchester United itu. Alhasil, meskipun usianya telah memasuki kepala tiga, namun performanya membuat lini pertahanan kampiun Liga Inggris musim lalu itu kokoh.

Sejatinya, ditempatkannya pemain tengah Man City itu di lini pertahanan, akibat badai cedera yang sempat melanda tim asuhan Pep Guadiola. Sejumlah pemain bertahan seperti Laporte, John Stones hingga Otamendi dalam kondisi tak bisa bermain akibat cedera yang dialami. Alhasil, eksperimen untuk menempatkan Fernandinho di jantung pertahanan dilakukan pelatih asal Catalan tersebut, dan hasilnya sangat brilian.

Hal itu nampaknya mengilhami Roberts Alberts selaku pelatih Persib Bandung untuk menyiapkan komposisinya sebagik mungkin. Pelatih asal Belanda itu sebelumnya pernah mengatakan akan pentingnya lini pertahanan jika ingin memenangkan suatu gelar. Sejak awal, pelatih yang pernah menukangi Arema Indonesia itu bertekad mempuat lini pertahanan Persib Bandung dapat bermain dengan baik dan tangguh.

"Kebanyakan tim yang memenangi liga adalah tim yang punya pertahanan terkuat. Karena itu, kami mulai membangun tim ini dari pertahanan yang tangguh," ujar Robert Alberts seperti yang dilansir dari Pernyataan eks pelatih PSM Makassar itu dibuktikan pada laga uji coba Persib bandung kontra Melaka United. Berlangsung di Gelora Bandung Lautan Api, Kamis (6/2/2020), Pangeran Biru mampu mengalahkan Melaka United dengan skor 3 0.

Disamping kemenangan yang menjadi headline utama, terdapat epristiawa yang dpata menyebutkan jika Dedi Kusnandar dapat diprediksi menjadi "The Next Fernandinho". Pasalnya, dalam laga yang bertajuk uji coba tersebut, pemain yang pernah memperkuat Arema Cronus itu menjadi palang pintu pertahanan bersama Supardi. Posisi asli seorang Dedi Kusnadar layaknya Fernandinho, yakni gelandang bertahan.

Bahkan ia mampu menjadi gelandang serang jika dibutuhkan sewaktu waktu oleh timnya, tergantung skema permainan yang diterapkan sang pelatih. Bagi sosok Supardi, menjadi palang pintu pertahanan tentu menjadi hal yang wajar, pasalnya eks emain Sriwijaya FC itu sepanjang karirnya bermain di sektor pertahanan sebelah kanan. Menjadi catatan, kala itu Persib Bandung memiliki deretan pemain bertahan yang tak perlu diragukan kembali kapasitasnya.

Diantaranya Victor Igbonefo, Fabiano Beltrame, Nick Kuipers, hingga Indra Mustofa. Praktis empat pemain yang beroperasi di lini pertahanan itu diprediksi dapat tergantikan perannya oleh Dedi Kusnandar. Selain itu, dipersiapkannya Dedi Kusnandar sebagai palang pintu pertahanan Persib Bandung untuk mengantisipasi cedera maupun panggian timnas Indonesia kepada dua pemain naturalisasinya.

Victor Igbonefo dan Fabiano Beltrame memiliki peluang untuk memperkuat timnas Indonesia, kendati usianya tak lagi muda. Namun, tak perlu diragukan kembali untuk kapasitas dan kualitas pemain yang kini membela Persib Bandung itu. Berbicara soal karir seorang Dedi Kusnandar, pemain kelahiran Sumedang, 28 tahun silam itu memiliki karir yang cukup bersinar.

Tak tanggung tanggung, sejumlah tim besar di kompetisi kasta tertinggi sepak bola Indonesia pernah menggunakan jasanya. Sebut saja Pelita Jaya Karawang, Arema Cronus, Persibaya Surabaya dan Persib Bandung pernah menggunakan jasanya. Kemampuannya yang fluid membuatnya dapat bermain di berbagai posisi lapangan tengah.

Ia pemain yang seangkatan dengan Egi Melgiansyah, Jajang Mulyana, Joko Sasongko hingga Ardan Aras di Pelita Jaya Karawang.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *