Di Tengah Pandemi Covid-19, Pesinetron Helsi Herlinda Jualan Masker Bantu Para Penjahit

Pesinetron Helsi Herlinda bantu penjahit yang sepi order selama pandemi virus corona (Covid 19). Ia kemudian mengkoordinirparapenjahit untuk membuat masker dan menjualnya. Bukan masker biasa yang diproduksi, tapi jauh lebih elegan dan membuat penampilan tetap fashionable.

Helsi Herlinda menceritakan awal ide untuk membuat masker karena kebiasaan keluarganya yang sering menaruh masker sembarangan. "Begitu mau dipakai lagi, lupa yang mana. Pernah anak anak aku rebutan masker, karena tertukar. Duh pusing deh," curhat Helsi. Berangkat dari pengalaman tersebut, Helsi Herlinda akhirnya mencari solusi agar tak ada lagi drama rebutan masker atau masker yang tertukar.

"Semua masker orang rumah aku kasih inisial nama kita masing masing. Ternyata ide sederhana itu lumayan bekerja dan hasilnya bagus," tuturnya. "Karena inisial namanya aku buat dengan full bordir dengan sentuhan ornamen mahkota bernuansa gold," lanjut Helsi. Semenjak itu Helsi juga jadi lebih senang menggunakan masker. Dia lalu berpikir untuk mulai menawarkan kepada teman temannya yang mungkin mengalami hal serupa di rumah.

"Kebutuhan masker kita kan memang tinggi. Sedangkan masker yang ada kebanyakan biasa saja, kurang fashionable. Terkadang membuat orang juga malas pakai maskernya," beber Helsi. "Nah, aku pikir dengan masker yang berinisial nama, full bordir, bernuansa gold atau silver misalnya, bisa membuat orang senang memakai masker. Karena selain aman juga membuat penampilan menjadi fashionable, elegan, dan lebih personal," papar Duta Antinarkoba BNN ini. Helsi lalu menawarkan masker rancangannya kepada teman teman artis dan kolega lainnya.

Gayung bersambut, respon mereka cukup bagus. Order pun mengalir deras, ada yang pesan hanya beberapa buah. Artis senior Paramitha Rusadi danGusti Randa misalnya. Ada pulapengacara Henry Yosodiningrat, pejabat dan sejumlah organisasi dan instansi. Selain masker dengan inisial nama pribadi, Helsi juga membuat masker dengan logo komunitas yang disesuaikan dengan kebutuhan.

"Aku memasang harga yang terjangkau dan bersahabat. Kalau kata teman teman, ini harga protagonis bukan antagonis. Karena memang niat aku juga untuk memberi pekerjaan kepada penjahit, yang biasanya di bulan Ramadhan pesanan jahitan ramai, tapi tahun ini sepi akibat pandemi Covid 19," ujarnya. Lewat sosial media Instagram miliknya, Helsi menawarkan masker yang didesign olehnya kepada siapa saja yang berminat memesan.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *