Dia yang Dekati hendak Cium Saya Dituduh Lakukan Pelecehan Seksual Wakapolres Takalar

Kompol N angkat bicara pasca dicopot sebagai Wakapolres Takalar akibat laporan kasus dugaan pelecehan seksual terhadap perempuan berinsial PA. Sudah dua hari terakhir ia menanggalkan jabatannya sebagai orang nomor dua di jajaran Kepolisian Resor Takalar. Ia membantah telah melakukan perbuatan cabul terhadap PA yang juga dikabarkan sebagai seorang istri polisi.

Menurut Kompol N awal mula kasus itu mencuat setelah ia ditemui PA di ruang kerjanya, Jumat pekan lalu. Saat itu, kata dia, ditelepon PA yang meminta petunjuk untuk pengurusan SIM (Surat Izin Mengemudi). "Jadi ceritanya begini, dia (PA) telpon saya, dia bilang dimanaki? Jadi saya bilang dengan siapa ini? Karena tidak mungkin juga saya langsung bilang saya di sini, jangan sampai orang apalah, siapa tahu orang mau buat jahat," kata Kompol N.

PA dalam sambungan telepon itu, kata Kompol N, pun menjawab dengan menyebut namanya. Usai PA memperkenalkan diri, Kompol N pun bertanya," kenapaki?" "Jadi dia (PA) bilang, mauka urus SIM. Bisaja ke ruanganta? Saya kan sebagai seorang pejabat sebagai pelayan masyarakat tidak pilih pilih, siapa saja yang datang ke ruangan saya yang penting orangnya positif," ujar Kompol N.

Usai menelpon Kompol N, PA pun bergegas ke Mapolres Takalar. Kompol N curiga, PA sudah berada di lingkungan Polres Takalar saat menelpon. Kecurigaan itu, lantaran PA tiba di ruang kerjanya tidak cukup lama setelah menelpon.

Ia (PA), lanjut Kompol N kemudian tiba di depan ruang kerja Wakapolres dan mengetuk pintu untuk masuk. "Dia datang ketuk ketuk, jadi saya bilangmi, silahkan masuk. Saya tidak tahu bilang dia (PA) mi yang datang, dia datang saya tanyami kita mi yang menelpon tadi? Dia bilang, iya, jadi saya persilahkanmi masuk," ungkap Kompol N. PA pun duduk di kursi yang tersedia. Kompol N mengawali perbincangan dengan menyapa,

"SIM apa yang mau diurus?" "Dia bilang SIM A. Jadi saya bilang, oh.. iya langsungmiki ke bagian SIM. Tapi dia (PA) bilang tidak, saya mau tahu dulu berapa harganya," kata Kompol N menceritakan perbincangannya dengan PA. Kompol N yang mengaku tidak mengetahui pasti tarif atau nominal pengurudan SIM A, pun mengaku mengarahka PA ke bagian SIM langsung.

"Saya jelaskan ke dia (PA) saya tidak tahu berapa kalau SIM karena ada yang di BRI dibayar, ada sidik jari, ada psikotes dan keterangan dokter. Jadi saya bilang langsungmiki ke bagian SIM karena saya takut siapa tahu kurang atau lebih," terang Kompol N. Namun, kata dia PA tidak kunjung bergegas. PA malah tinggal dalam ruangan dengan alasan beristirahat dulu sejenak.

Saat tengah duduk duduk di kursi, lanjut Kompol N, PA mulai membahas soal lain. Ia memuji Kompol N yang bertugas sebagai Wakapolres di kampung halaman. "Dia (PA) bilangmi, syukurta itu di pak, jadi wakapolres di kampung sendiri. Jadi saya bilangmi ya harus disyukuri," ujarnya.

Selain itu, PA juga menyinggung Kompol N yang pernah bertugas di SPN Batua. Kompol N membenarkan bahwa ia pernah bertugas di SPN Batua selama tiga tahun. Tidak sampai disitu, penuturan Kompol N, PA juga membahas ketampanan wajah mantan Kapolsek Mangngarabombang itu.

"Dia (PA) bilang pasti waktu tugas di kota banyak pacarta kah memang gagahki, wajar kita punya cewek banyak. Jadi saya bilang saya tidak merasa gagah saya, biasaji," papar Kompol N. Singkat cerita, kata Kompol N, PA mendekati dirinya. Ia (PA) lalu mencium pipi Kompol N.

"Tanpa saya panggil, dia (PA) berdiri dari tempat duduknya mendekati saya sambil dia (PA) mencium saya. Jadi ini ceritanya saya dikerjai, jadi saya berdiri lalu bilangka kenapa ini. Dia bilang tunggumi dulu, kenapami ini," ungkap Kompol N. "Saya bilang, tidak. Tadi kamu bilang katanya urus SIM, tapi kenapa seperti ini. Jadi pada saat itu, saya bilang tidak baik ini seperti ini, ruang kerja ini kenapa kau seperti itu," sambungnya. Kompol N, pun mengaku menasehati PA agar segera kembali ke tempat duduknya.

Ia beralasan, ruang kerjanya itu biasa dikunjungi personelnya dan juga terdapat CCTV. "Akhirnya dia (PA) berhentimi, tapi ada gerakannya dia pegang saya punya barang (kemaluan), jadi saya tepismi. Setelah saya larang, dia berhenti, lalu dia masuk ke WC (toilet)," ungkap Kompol N. Dari ceritanya itu, Kompol N pun membantah segala tudingan yang diarahkan ke dirinya.

"Itu diberita, saya dibilang diisap saya punya alat kelamin. Kalau saya paksa kenapa dia (PA) tidak teriak. Kedua kalau memang saya mau ajak begitu pasti bilangka lebih baik kita ke hotel yang lebih aman, karena saya tahu itu tempat kerja saya," terangnya. Saat PA hendak keluar dari ruang kerjanya, lanjut Kompol N, ia (PA) sempat berucap," Nanti ketemuki pale di Makassar," "Jadi memang ini orang mau sekalu menyudutkan saya. Seandainya saya mau ikuti maunya, mungkin saya sudah dijebak, dia telpon keluarganya atau apanya lah supaya saya bisa didapat di situ (hotel) kata Kompol N.

"Jadi saya ini difitnah kasihan, dizalimi. Kalau dibilang cabul, malah saya ini yang sebenarnya korban," tuturnya Kompol N menegaskan, ia tidak kenal sebelumnya dengan PA. Hanya saja ia dan PA berteman di media sosial facebook.

"Saya tidak kenal sebelumnya. Tapi Memang kalau ada saya posting di medsos, dia (PA) sering like like begitu kaya peduli sama saya begitu,"ungkapnya. Akibat laporan PA ke Propam Polda Sulsel atas dugaan pelecehan seksual, Kompol N harus menerima kenyataan pahit. Ia dicopot dari jabatannya sebagai Wakapolres Takalar dan dimutasi ke Polda Sulsel.

Selain itu, ia juga harus menjalani pemeriksaan di Propam Polda Sulsel akibat laporan itu. Meski demikian, ia mengaku tidak tinggal diam. Ia bahkan telah melaporkan PA ke Reskrim Polda Sulsel atas tuduhan pencemaran nama baik.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *