Dulu Tak Kenal Weekend Curhat Mantan Menteri Saleh Husin

Mantan Menteri Perindustrian Saleh Husin kini tengah memiliki aktivitas yang cukup padat. Meski tak lagi mengemban jabatan sebagai menteri, Saleh tetap memberikan sumbangsih untuk Indonesia. Saleh Husin memiliki berbagai aktivitas seusai menjadi menteri. Kini ia menjabat sebagai Ketua Tim Ahli Wakil Presiden, Ketua Majelis Wali Amanat Universitas Indonesia, dan Managing Director Sinarmas. Saleh menceritakan bagaimana enak dan tidaknya selama mengemban jabatan sebagai menteri.

"Memang orang berpikir jadi menteri enak, ternyata enggak, ha ha," ucap Saleh berkelakar. Saleh bercerita saat menjadi menteri, memang mendapat fasilitas negara. Namun, tetap etos kerja harus dijaga. Apalagi, kini masyarakat bisa bersuara melalui media sosial. "Kita tidak bisa aneh aneh. Dengan situasi seperti ini dituntut kerja yang tidak mengenal waktu. Kita kerja benar saja salah, apalagi salah," tutur Saleh.

Kesalahan sekecil apapun, ketika mengemban jabatan sebagai petinggi negara, pastilah akan disorot publik. Sehingga, sebagai menteri wajib bekerja tak kenal lelah. "Saat saya di kabinet, fokus kerja apa yang ditugaskan. Akhirnya tidak memikirkan apa apa, berangkat jam 7 pagi, pulang jam 11 malam. Itu hampir setiap hari tidak kenal weekend," ucap Saleh. Bahkan, saat menghabiskan waktu bersama keluarga, Saleh harus membawa pakaian dinasnya ke mana pun berada. Suatu waktu, ia bisa saja mendapatkan tugas mendadak

"Di mobil selalu standby pakaian, kalau ada panggilan langsung ganti," sambungnya. Presiden Jokowi dikenal sebagai sosok pekerja keras. Tak kenal waktu, sehingga terkadang diakui Saleh membuat kelabakan. Karena menurut dia, biasanya setiap menteri memiliki jadwal yang sudah tetap. "Tiap hari Pak Jokowi punya kegiatan, akhirnya kegiatan yang diatur jadi bisa berubah. Kadang ratas sehari bisa tiga kali," imbuh Saleh.

"Tapi kembali lagi harus enjoy, tentu pak presiden perlu push, agar menteri kerja. Kalau fisik tidak kuat bisa kelabakan," sambungnya. Sekarang Saleh Husin bisa lebih mengisi waktu bersama keluarga. Misal saat akhir pekan berolahraga bersama dengan bersepeda. Apapun itu, Saleh Husin tetap bersyukur dengan apa yang didapatnya saat ini. "Selama mulai pandemi ini, saya ketika awal awal itu dibuat work from home. Saya jangan sampai aktivitas badan menurun, dibarengi olahraga. Saya hobi olahraga, tiap hari jalan cepat dan lari 5 kilometer," cerita Saleh.

Bahkan Saleh sesekali melanjutkan olahraga setelah lari dengan berenang. Namun, karena sudah berusia 58 tahun, ia tak terlalu memforsir staminanya. "Setelah itu, kadang berenang. Tapi kadang kadang lihat juga kondisi badan. Kadang kalau tidak lari jalan cepat saya sepedahan. Kadang statis, kadang di sekitar komplek perumahan. Kita mau keluar jauh agak takut juga kondisi pandemi ini," ucapnya. Sebelum pandemi, cerita Saleh, ia kerap bersepeda sampai ke Jepang. Terutama bersama koleganya. Hal itu dilakukan untuk menjaga relasi.

"Saya kadang kadang sepedahan sampai ke luar negeri, misal ke Jepang ber 50an. Sampai puluhan kilometer, bareng bersama kepala daerah di sana. Karena menjaga hubungan dan jaringan," tutur Saleh.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *