Gandeng Asuransi Kesehatan Jadi Opsi Langkah Manajemen PSIS Semarang Jaga Kesehatan Pemain

Manajemen PSIS Semarang tengah serius dalam memperhatikan kondisi kesehatan para pemainnya di tengah pandemi corona. Terbaru, klub berjuluk Mahesa Jenar tersebut dikabarkan sedang mencari perusahaan asuransi kesehatan untuk menjajaki kemungkinan kerja sama. Hal itu dilakukan mengingat kabar yang tersiar bahwa kompetisi Liga 1 2020 akan kembali dilanjutkan pada September atau Oktober mendatang.

Terutama bila saat berkumpul nanti, ada pemain yang terindikasi terpapar virus yang sedang menghebohkan dunia tersebut. Persoalannya, kata Yoyok, pihaknya mencari perusahaan asuransi yang berani mengasuransi bila ada pemain atau official tim yang sakit, pelayanan fasilitas kesehatannya harus kelas satu. "Manajemen, pemain sepakat ada jaminan kesehatannya.

Ya kalau pemain kena covid gratis di rumah sakit daerah (RSUD). Tapi kalau pemain siapa yang mau di tangani di sana. Pasti dia mintanya mandiri.

Minimal di Rumah Sakit Telogorejo, dan pasti mintanya ruangan kelas satu. Kita hitung sehari itu 20 juta," kata Yoyok, Jumat (3/7/2020). Pria yang juga berstatus anggota komisi X DPR RI tersebut menyebut untuk pembiayaan layanan kesehatan bisa mencapai Rp 280 juta dalam kurun waktu 14 hari menjalani rawat inap di rumah sakit dengan kamar kelas satu.

"Siapa yang kuat bayar?, kalau kita dibebankan itu klub tidak mampu. Karena covid itu paling cepat sembuhnya dua minggu. Berarti sudah Rp 280 juta dua minggu.

Kan lebih mahal dari kontrak pemainnya," jelas Yoyok. "Makanya kita lagi cari asuransi kesehatan dengan situasi pandemi ini dan dengan skema sesuai keinginan kita. Sampai hari ini, baru ada pembicaraan.

Sementara belum ada yang mau. Itu yang paling sulit. Yang lain kita siapkan," tambahnya. Salah satu persiapan penting yang musti disiapkan PSIS jelang kompetisi Liga 1 dilanjutkan yaitu permasalahan home base.

CEO PSIS, Yotok Sukawi menjelaskan pihaknya sudah menetapkan Stadion Citarum sebagai homebase nantinya. Bahkan, menurut Yoyok, saat ini stadion berumput sintetis itu sudah diberi peningkatan standar untuk lampu dan sejumlah fasilitas penunjang di area stadion. "Untuk homebase, Stadion Citarum yang kita siapkan. Lampu kita upgrade, ruang ganti semuanya kita buat standar Liga 1.

Kami sudah sepakat kalau main lagi, kami akan pilih di Citarum Entah dengan atau tanpa penonton," tegas Yoyok. Kenapa? "Karena kami tidak mampu bermain di luar Semarang. Tentu saja protokolnya juga akan sulit.

Kalau kita main di Magelang tentu sulit, di Kendal perijinan belum tentu dapat. Makanya kita fokus. Nah itu beberapa hal, maaih banyak yang harus kami siapkan menghadapi Liga 1," pungkasnya.(*)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *