December 1, 2021

Bedaya-re.com

Blog Seputar Bisnis, Gaya hidup, Wisata, Teknologi Dan Kesehatan

Harga Emas Dunia Merosot Sabtu 28 Maret 2020, Diduga Ini Penyebabnya

Sejak beberapa hari terakhir sejak wabah Corona melanda dunia, harga emas terus menunjukkan tren kenaikan harga. Namun pagi tadi, harga emas global akhirnya turun. Harga emas berjangka di divisi COMEX New York Mercantile Exchange jatuh pada akhir perdagangan Jumat (27/3/2020) waktu setempat (Sabtu pagi WIB).

Turunnya harga logam mulia ini didorong oleh aksi ambil untung, meskipun dollar AS melemah di tengah kekhawatiran terhadap ketersediaan fisik logam mulia. Kontrak harga emas paling aktif untuk pengiriman April jatuh 26,2 dollar AS atau 1,59 persen, ditutup pada 1,625 dollar AS per ounce. Harga emas naik terus selama sepekan terakhir karena permintaan safe haven. Hal ini membuatbeberapa investor melakukan aksi untung.

Harga emas telah naik lebih dari delapan persen sejauh minggu ini, didukung oleh lompatan terbesar dalam klaim pengangguran mingguan AS, dan langkah langkah stimulus ekonomi Federal Reserve (Fed) AS yang belum pernah terjadi sebelumnya. Suramnya data ekonomi AS juga tidak bisa mendukung emas. Demikian juga dengan laporan beberapa pertambangan emas dan pabrik pengolahan emas lainnya yang operasinya terganggu oleh Covid 19, sehingga mengurangi pasokan fisik logam mulia dan menawarkan tren kenaikan harga emas.

Hal tersebut juga gagal menopang harga emas. Sementara indeks dolar AS turun 0,63 poin atau 0,63 persen ke level 98,73 pada pukul 17.50 GMT, sedikit membatasi penurunan emas. Emas menemukan dukungan lebih lanjut ketika Dow Jones Industrial Average turun 550,24 poin atau 2,44 persen menjadi 22.001,93 poin pada pukul 17.55 GMT. Jatuhnya Dow Jones tidak sesuai dengan harapan untuk minggu ini, sehingga pedagang mungkin melihatnya sebagai peluang yang baik untuk membeli kembali ekuitas.

"Pasar sedang menilai dampak dari banyak penguncian dan penutupan bisnis pada ekonomi. Harga emas telah memperoleh landasan lebih lanjut untuk mengantisipasi stimulus berikutnya dan data lebih lemah yang akan datang," sebut analis Standar Chartered Bank Suki Cooper mengatakan dalam sebuah catatan. "Risiko harga tetap ada pada sisi positif, kecuali aksi ambil untung dan (kami) memperkirakan rata rata harga 1.725 dolar AS per ounces pada kuartal kedua 2020," katanya seperti dikutip oleh Reuters. Adapun logam mulia lainnya seperti perak untuk pengiriman Mei turun 14,2 sen atau 0,97 persen, menjadi 14,534 dollar AS per ounce.

Sementara platinum untuk pengiriman April naik 3,2 dolar AS atau 0,43 persen, ditutup pada 740,3 dollar AS per ounce.