Keluarga Catherine Wilson Ajukan Permohonan Rehabilitasi

Aktris Catherine Wilson harus mempertanggungjawabkan perbuatannya di hadapan hukum. Ia terjerat kasus penyalahgunaan narkoba. Polisi menemukan barang bukti sabu sabu saat menggeledah kediamannya. Kepada polisi, ia mengaku sudah 3 bulan mengonsumsi barang haram tersebut.

Pihak keluarga kini berupayaagar Catherine Wilson bisa menjalanirehabilitasi untuk mengatasi ketergantungannya terhadap sabu sabu. "Infonya sih keluarga Catherine akan ajukan rehabilitasi," kataRaindy, manajer Catherine Wilson, saat dihubungi via telepon, Senin(20/7/2020). Namun, Raindy tidak bisa memastikan apakahpermohonan tersebut bakal diterima oleh pihak kepolisian.

Karena, menurut dia, semua yang menentukan adalah penyidik kepolisian. "Katanya hari ini sih mau ajukan rehabnya ke penyidik. Sudah disiapkan soalnya sejak kemarin sama keluarga Carherine," ujar Raindy. Lantas, bagaimana kondisi Catherine Wilson selama empat hari didalam penjara?

"Kondisinya baik," kata Raindy kepada Warta Kota ketika dihubungi melalui sambungan telepon, Senin (20/7/2020). Raindy menambahkan kalau ia sudah membesuk artisnya. Ketika dibesuk, tak ada pesan dari wanita yang akrab disapa Keket itu. "Tidak ada pesan, ya dia (Catherine Wilson) akan ikuti prosedur hukum," ucapnya.

Sambil menjalani rangkaian pemeriksaan, diakui Raindy kalau keluarga terus melakukan berbagai upaya agar wanita kelahiran Jakarta, 25 Februari 1981 itu tak lama mendekam di penjara. Diberitakan sebelumnya, Catherine Wilson alias ditangkap polisi karena kasus dugaan kepemilikan dan penyalahgunaan narkotika. Catherine Wilson ditangkap di rumahnya di kawasan Pangkalanjati, Cinere, Depok, Jawa Barat, Jumat (17/7/2020) pukul 10.00 WIB.

Dari penangkapan itu, polisi menemukan barang bukti dua klip narkotika jenis sabu seberat 0,43 dan 0,66 gram didalam tas milik Catherine Wilson, serta alat hisap sabu atau bong, dan juga handphone. Dalam kasusnya, Catherine Wilson diganjar dengan pasal 114 dan 112 UU No. 35 tahun 2009 tentang narkotika, dengan ancaman hukuman minimal lima tahun dan maksimal 15 tahun kurungan penjara.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *