Kepala Desa Masih Jadi Saksi 17 Perusuh di Kabupten Madina Jadi Tersangka

Sebanyak 17 orang ditetapkan menjadi tersangka kerusuhan di Jalinsum Desa Mompang Julu Kecamatan Panyabungan Utara Kabupaten Mandailing Natal, Sumatera Utara. Polda Sumatera Utara merilis, hingga kini ke 17 tersangka telah diamankan di Polres Madina. Kapolres Madina AKBP Horas Silalahi, SIK, MSi menyebutkan inisial dari para tersangka.

Mereka adalah RH, KA, AH, EM, A, AS, MH, MAN, MF, M, A, A, ERN, MAH (laki laki dewasa) dan TA (wanita dewasa) serta RN, IA. Tersangka yang disebut paling belakang, IA menjadi tersangka di bawah umur, ia masih berusia 16 tahun. "Yang mana dari ke 17 orang pelaku tersebut ada 3 orang pelaku yang menyerahkan diri dengan inisial A, TA dan KA sementara yang lainnya kami amankan dari lokasi yang berbeda," papar Kapolres Madina, Senin (6/7/2020).

Namun, Tatan menjelaskan untuk Kepala Desa Mompang Julu Hendri Hasibuan saat ini statusnya masih sebagai saksi. "Kepala desa masih saksi, ya kita panggil statusnya sebagai bekas kepala desa," ungkapnya. Horas menjelaskan bahwa terhadap 17 orang tersebut disangkakan atas demo rusuh.

Tindak pidana yang mereka lakukan adalah secara bersama sama melakukan pengerusakan terhadap barang dan atau pembakaran dan atau melawan perintah petugas yang mengakibatkan luka dan atau menghasut orang untuk melakukan perbuatan pidana. "Terhadap para pelaku kami terapkan pasal 187 dan atau pasal 170 dan atau pasal 214 ayat (1) dan atau pasal dan atau pasal 192 dan atau 160 KUHPidana," ungkapnya. Seperti diketahui, pemicu terjadinya aksi unjuk rasa di Desa Mompang Julu, lantaran dugaan pembagian Bantuan Langsung Tunai (BLT), yang tidak merata.

Protes warga pun berhasil menurunkan Kepala Desa Mompang Julu, dengan pengunduran diri yang bersangkutan tertuang dalam surat pernyataan. Sebelumnya, sebanyak 320 warga Desa Mompang Julu Kecamatan Panyabungan Utara melakukan pemblokiran jalan jalinsum Medan Padang pada Senin (29/6/2020) terkait protes adanya dugaan pemotongan BST (Bantuan Sosial Tunai) Covid 19 yang dilakukan Kepala Desa Mompang Julu Hendri Hasibuan. Hingga malam hari, ratusan massa tetap melakukan pemblokiran jalan. Bahkan petugas yang melakukan pengamanan mulai diserang. Massa semakin tidak terkendali dan melakukan penyerangan terhadap personel TNI Polri dengan melemparkan kayu dan batu yang ada di bahu jalan.

Pada pukul 18.00 WIB, petugas kembali mencoba membubarkan massa. Namun massa kembali melakukan perlawanan. Bahkan, massa membakar 1 unit sepeda motor, 1 unit Mobil Suzuki Baleno, dan 1 Unit Mobil Dinas Wakapolres Madina, AKBP Elizama Zalukhu. Dari kejadian ini 6 anggota Polres Madina mengalami luka lemparan batu dan saat ini mendapat perawatan di RSUD Panyabungan. (Muhammad Fadli Taradifa/Victory Arrival Hutauruk)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *