Kita Tak Diperbolehkan menuju Luar Negeri DPRD Sumut Gelar Rapat di Hotel Mewah Habiskan Rp 2 5 Miliar

Anggota DPRD Sumatera Utara mengadakan rapat kerja (raker) di hotel mewah Labersa di Balige. Rapat tersebut kabarnya menyerap anggaran hingga Rp 2,5 miliar. Padahal kini masyarakat tengah berjuang keras melawan pandemi corona dan mengalami kekurangan dana di berbagai sektor.

Seperti terjadinya pengusiran dari sejumlah tenaga medis dari hotel yang disiapkan karena Pemerintah Provinsi Sumatera Utara kekurangan uang. Adanya rapat anggota DPRD Sumut di Labersa Hotel juga tampak dalam video testimoni dari sejumlah anggota DPRD Sumut pun turut diposting akun resmi hotel mewah yang ada di Kabupaten Tobasa, yaitu Labersa Hotel. "Kesan dan pesan pimpinan dan anggota DPRD Provinsi Sumatera Utara selama berkegiatan di Labersa Toba Hotel & Convention Centre," tulis akun Facebook resmi hotel Labersa Balige.

Raker DPRD Provinsi Sumatera Utara, yang dilaksanakan di Hotel Labersa, Balige, Kabupaten Toba, mengundang pertanyaan masyarakat. Saat mewabahnya Pandemi Covid 19, pemerintah menganjurkan seluruh instansi untuk melakukan penghematan terhadap anggaran keluar. Akan tetapi, DPRD Sumut malah melakukan kegiatan yang diduga mengeluarkan anggaran Rp 2 miliar lebih ini.

Ketua DPRD Sumut, Baskami Ginting mengatakan, kegiatan Raker keluar kota dengan anggaran besar ini biasa dilakukan di seluruh daerah, bukan hanya di Sumatera Utara. Bahkan, DPRD Tingkat II, yaitu Kabupaten/Kota saja sering menggelar kegiatan dengan menggunakan anggaran besar. "Bukan hanya Provinsi, yang di daerah juga begitu, mengadakan rapat sampai di luar kota," kata dia, di Gedung Dewan, Jalan Imam Bonjol, Kota Medan, usai Rapat Paripurna, Senin (21/9/2020).

Menurutnya, setiap tahun DPRD Provinsi bahkan Kabupaten/Kota melakukan kegiatan rapat di luar. Rapat dengan jarak jauh ini, dikatakannya agar para Dewan fokus untuk bekerja dan membahas tentang permasalahan Pemerintah. "Setiap tahun kita mengadakan raker keluar kota. Supaya anggota dewan fokus untuk mengerjakan tugasnya," ungkapnya.

Dalam masa Pandemi Covid 19 ini, pemerintah menganjurkan segala belah pihak untuk menerapkan protokol kesehatan, yaitu dengan menggunakan masker, menjaga jarak dan rajin mencuci tangan. Baskami mengatakan, bahwa kesiapan raker sudah dipersiapkan untuk menerapkan anjuran protokol. "Kita sudah menerapkan protokol kesehatan," ucapnya.

Politikus senior PDI Perjuangan ini mengaku, sama saja bila kegiatan diadakan di Kota Medan, pastinya sama sama mengeluarkan anggaran besar. Sebab, 100 anggota dewan ikut dalam kegiatan ini. Mungkin tidak masuk akal, bila dicerna masyarakat, DPRD Sumut harus rela jauh jauh keluar kota untuk fokus.

Kemudian, Baskami berujar, bahwa DPRD Sumut juga ikut membantu pemerintah dalam menghemat anggaran, yaitu tidak melaksanakan kegiatan di luar negeri, yang dianggapnya dapat menjadi pemborosan. "Penghematan anggaran, kalau kita laksanakan di medan juga sama, kita mengeluarkan anggaran besar. Kita tidak diperbolehkan keluar negeri. Kita alihkan kepada Covid 19," ujarnya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *