Kombes Tubagus Kasih Ulasan Menarik Sisi Lain John Kei & Anak Buah Jadikan Nus Kei Target

Penyelamatan istri, anak anak dan keponakan Nus Kei saat rumah diserang anggota kelompok John Kei begitu dramatis. Perempuan berinisial R yang mengaku anggota keluarga Nus Kei, membeberkan detik detik anak buah John Kei datang dan menyerang rumah mereka di kluster Australia, Green Lake City, Cipondoh, Kota Tangerang, Minggu (21/6/2020) siang. Ada delapan orang termasuk Nus Kei di dalam rumah sebelum kejadian itu.

Siang itu Nus Kei tengah olahraga angkat barbel di garasi rumah. Tak ada angin tak ada hujan, Nus Kei tiba tiba bergegas angkat kaki dari rumahnya dan naik mobil Innova hitam bersama beberapa anak buahnya. Kata R, Nus Kei baru saja mendapatkabar dua anak buahnya, Angke Rumotora alias Frangky (35) dan Yustus Corwing (45) alias Erwin terluka.

Keduanya dianiaya oleh sejumlah anak buah John Kei di Jalan Kresek Raya, Duri Kosambi, Cengkareng, Jakarta Barat, tak jauh dari pertigaan ABC. Saking terburu buru, Nus Kei tidak sempat salin lantaran tengah berolahraga. "Tiba tiba Abang lari sampai enggak pakai baju terburu buru begitu keluar kompleks," ungkap R.

"Dia dapat kabar kalau keluarga ada yang ketusuk di sana (Duri Kosambi),"ia menambahkan. Selang beberapa lama mobil Innova hitam, tiba di depan rumah.Keluarga sempat mengira itu adalah Nus Kei. "Saya kabarin keluarga lain, kalau abang sudah pulang.Tapi ada saudara saya memastikan dari dalam kamar yang bisa langsung lihat ke halaman depan," imbuh dia.

Ternyata, itu bukanlah Nus Kei, melainkan anggota kelompok John Keiyang akan menyerang dan mencari Nus Kei di rumah. Suasana berubah tegang tiba tiba.Seorang pria di antara para pelaku mengambil barbel dan melemparkannya hingga memecahkan kaca kamar depan. Di dalam kamar ada anak Nus Kei yang tengah bermain gawai.Istri Nus Kei segera datang ke kamar dan menyelamatkan anak anaknya.

Ia langsung membawa kedua anaknya ke lantai dua untuk menyelamatkandiri. Sementara para pelaku secara brutal menghancurkan jendela rumah, istridan dua anaknya lompat keluar lewat jendela di lantai dua dan berteriak minta tolong. "Saya teriak histeris minta tolong. Untung banget, ada tetangga yang mendengar dan membuka jendela," jelas R.

"Setelah nego nego minta bantuan, akhirnya dibolehin untuk masuk. Kami berlari di atas genteng, menuju rumah tetangga," sambung R. Saat itu,ada 5 orang yang loncat melewati tembok pembatas antarrumah yang cukup tinggi dan melompat ke jendela rumah tetangga melalui genting. R termasuk di dalamnya. Tanpa disadari, adadua anggota keluarga yang tertinggal.

Mereka bersembunyi di dalam loteng rumah, hingga keadaan benar benar aman dan baru keluar setelah anak buah John Kei pulang. "Ada keponakan saya juga yang ketinggalan lagi sembunyi di bawah loteng gitu." "Untung saja sudah aman walau tertinggal. Yang nemuin keponakan saya Tyo," ucap R. Penyerangan anak buah John Kei berlangsung cepat.

Selang beberapa menit setelah serangan membabibuta itu, Nus Kei kembali ke rumah untuk mengecek keadaan keluarganya dan mendapat rumahnya sudah hancur berantakan. Dari kejadian itu, Nus Kei meminta perbuatan pidana anak buah John Kei terhadap keluarganya harus tetap berlanjut. Keterangan R menjawab misteri selama ini di mana sebenarnya Nus Kei saat rumahnya diserang anggota John Kei yang jumlahnya kurang lebih 15 orang.

Saat anggota John Kei menyerang, Nus Keiberada di Jalan Kresna Raya untuk menolong Frangky dan Erwin yang terluka karena dianiaya. Satu anak buah Nus Kei, yakni Erwin, menjadi korban meninggal karena diserang anak buah John Kei di Jalan Kresek Raya, Duri Kosambi. Sementara Frangky, mendapat sejumlah jahitan karena luka sayat di badan dan empat jari tangan kirinya putus.

Nus Kei telah memaafkan perbuatan John Kei yang notabene keponakannya. Kendati demikian, ia meminta polisi tetap memproses John Kei dan anak buahnya secara hukum. "Maafkan, damai tidak masalah, tapi proses hukum harus tetap berjalan. Negara ini negara hukum dan kita harus tunduk sama hukum," kata Nus Kei di kediamannya.

Ia meminta John Kei untuk segera mengakui tindakannya yang membuat keluarga trauma dan merasa ketakutan. "Saya pesan supaya dia (John Kei) mengaku saja, mengakui kalau dia sudah berbuat dan akui saja. Dia berani bertanggung jawab saja, karena saya sudah berjiwa besar sudah mengampuni dia sudah memaafkan dia," tutur Nus Kei. "Saya memohon supaya dia berani melakukan apa yang saya lakukan," sambung dia.

Hari ini, penyidik Ditkrimum Polda Metro Jaya merekonstruksi aksi premanisme anak buah John Kei di kluster Australia, Green Lake City, Cipondoh, Tangerang. Rekonstruksi juga digelar di Jalan Kresek Raya, Duri Kosambi, Jakarta Barat. Di sinilah Erwin dan Frangky, dua anak buah Nus Kei dianiaya anak buah John Kei. Direktur Reserse Kriminal Umum Polda Metro Jaya, Kombes Tubagus Ade Hidayat, memiliki penjelasan menarik tentang kasus ini, utamanya masaah Nus Kei dan John Kei dan loyalitas anak buah.

Dalam wawancara dengan Rosianna Silalahi di Kompas TV, Kamis (25/6/2020) malam,Tubagus memulainya dengan menjelaskan apa benar John Kei otak dua peristiwa di Cengkareng dan Cipondoh. Sisi lain seperti apa dari kelompok John Kei yang diungkap Tubagus.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *