Malu Pensiun Ditawari Tangani Perkara Berhonor Rp 2 Miliar Hotman Paris kisah menuju Ustaz Abdul Somad

Ada yang menarik di perbincangan live antara pengacara senior Hotman Paris Hutape virtual dengan Ustaz Abdul Somad (UAS), Sabtu (13/6/2020) malam di Instagram Hotman Paris. Perbincangan itu juga disiarkan secara live di akun YouTube Ustadz Abdul Somad Official. Dalam bincang virtual ini, Hotman Paris memberikan sejumlah pertanyaan kepada Ustaz Abdul Somad.

Misalnya, Hotman yang terkenal sebagai pengacara yang menjalani kehidupan glamor, tiba tiba bertanya soal kejenuhannya pada masalah duniawi. Ia bertanya saran bagaimana cara meninggalkan kehidupan duniawi dan pensiun. Jawaban Ustaz Abdul Somad pun juga beberapa kali membuat Hotman terdiam.

Berikut transkrip perbincangan Hotman Paris (HP) dan Ustaz Abdul Somad (UAS) : Pak Ustaz, saya mau tanya ini. Dengan krisis Corona ini kita sadar hidup itu sangat singkat. Sementara kita sibuk terus mencari uang. Banyak orang meninggal saat cari uang, sehingga uangnya tidak dinikmati.

Saya ini sudah lama ingin pensiun, tapi mental saya tidak siap. Karena apa? saat saya akan pensiun ada perkara baru, honornya Rp 2 M, ada perkara ini honornya Rp 3 M. Apa yang harus saya yakini, agar orang itu rela meninggalkan duniawi dan bahagia menikmati hidupnya?

Kalau yang saya yakini, pesan Nabi Muhammad. Kalau kau punya satu lembah dari emas, kau akan minta satu lembah lagi. Jadi kalau ada gunung di bawahnya itu emas semua, kau maka akan minta satu lagi, sampai mulutmu disumbat tanah. Jadi gak akan pernah ada puasnya. Terus kurang, macam orang haus minum air laut. Kurang dan kurang terus.

Jadi kepuasan itu sebenarnya ada ketika kita memberi. Makanya ada buku Miracle of Giving. Dan saya lihat itu ada pada Bang Hotman. Ketika Bang Hotman memberi beras, sembako, saya kira Abang sudah menikmati itu.

Jadi ketika memberi itu diperbanyak, konon orang akan menemukan kebahagiaan. Kebahagiaan yang tidak semu. Ada kebahagiaan yang kita dapat dia kering. Tapi dia rasa, tidak semua orang bisa menceritakan apa yang dia rasa.

Saya jadi puitis pula di depan Bang Hotman. Sekarang Bang Hotman sudah punya semuanya. Lalu apakah Bang Hotman bahagia? (agak lama menjawab)

Gimana menjawabnya. Belum bahagia. Karena itu tadi. Mau pensiun ragu ragu.

Begitu mau kerja lagi, pusing lagi pemikiran. Terjun lagi pada masalah. Sehingga never ending story. Makanya itu jadi pertanyaan, bagaimana mau cut off.

Tapi susah. Anak saya tiga. Semua pengacara muda. Saya perlu bimbing juga. Pengacara itu kan perlu jam terbang. Pengacara itu tanpa kasus, susah jadi ahli.

Ya itulah saya gak bisa tinggalin. Tapi bahagianya, ya semu lah. (*) Simak video ini:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *