Menlu Retno Sebutkan 2 Strategi Indonesia Hadapi Pergeseran Geopolitik Dunia

Menteri Luar Negeri (Menlu) Retno Marsudi menyebutkan dua strategi Indonesia menghadapi pergeseran geopolitik dunia. Ia mengatakan pergeseran geopolitik global di masa pandemi Covid 19 telah menjadi perbincangan serius berbagai negara. “Pandemi covid 19 bukan hal remeh, seluruh aspek kehidupan turut terkena imbasnya termasuk peta geopolitik dunia,” ujarnya dalam Webinar The Geopolitical Landscape in Covid 19 Era di acara Jakarta Geopolitical Forum IV/2020, Rabu (21/10/2020).

Strategi pertama, yakni Indonesia turutmemastikan semua negara memiliki akses yang setara ke vaksin yang aman dan terjangkau serta pengobatan covid 19 danteknologikesehatan lainnya. Retno mengatakan dirinya baru saja melakukan kunjungan ke London dan Jenewa untuk melakukan diskusi denganCEPI, Gavi dan WHO Sebagai dukunganterhadap upaya multilateral tersebut, Indonesiasetuju menjadibagian dari dewan investor CEPI.

“Kami juga sedang dalam proses mengembangkan vaksin covid 19 kami sendiri. Untuk juga membuatnya tersedia untuk negara lain sebagai barang publik global,” ujarnya Prioritas keduaIndonesia disampaikan Menlu Retno,adalah mempercepat pemulihan sosial ekonomi globalserta mengaktifan kembali kegiatan ekonomi secara bertahap. Menurutnya duniaharus menghubungkan kembali ekonomi dan bisnisnyadengan menggunakan semua alat yang tersedialewatPerjanjian Perdagangan Bebas hingga pengaturan koridor bisnis yang penting.

“Penandatanganan kemitraan ekonomi komprehensif regional (ARCEP) bulan depan akan menciptakan momentum untuk merevitalisasi kerjasama ekonomi dansupply chain,” ujarnya. Menlu mengatakan ARCEP juga dibahas olehPresiden Jokowi dalam pertemuan bilateral dengan Perdana Menteri Jepang,Suga. Di kawasanASEAN sendiri, semangat kerjasama telah menjadi bagian tak terpisahkanyang akan memandu stabilitas perdamaian dan kemakmuran kawasan di tahun tahun mendatang.

“Kerja sama inklusif, juga disampaikan Presiden Jokowi saat membahas kerja sama indo pasifik dengan perdana menteriSula,” ujarnya Tak lupa Retno menekankan agar semua negara dapatbekerja sama dengan lancardibutuhkan rasa salingmenghormati hukum internasional. Menurutnya semua negara harus bertindak dengan itikad baik dan sesuai dengan prinsip dan tujuan yang benar dalam Piagam PBB.

“Menghormati prinsip dasar hukum internasional seperti kedaulatan dan Integritas teritorial, ini bukan pilihan tapi itu suatu keharusan. Perselisihan internasional harusdiselesaikan secarahalusdandamai atas dasar kesetaraan kedaulatan di antara negara negara, prinsip ini aturan moral dalam menavigasi dunia saat ini,” tegasnya Retno mengatakan masing masingnegaramemiliki tanggung jawab untuk memimpin dengan memberi contoh di kawasan sebagai negara yang secara konsisten menegaskan komitmen mereka terhadap hukum internasional termasukUNCLOS 1982.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *