Nenek Dua Bocah Kakak Beradik yang Tewas di Dalam Parit di Medan Minta Ayah Tiri Dihukum Mati

Zuwairiah, nenek dari dua bocah kakak beradik, Ikhsan Fatahilah (10) dan Rafa Anggara (5), yang ditemukan tewas di dalam parit di Medan, Sumatera Utara, angkat bicara. Zuwairiah berharap ayah tiri korban yang diduga kuat sebagai pembunuh bisa dihukum seberat beratnya, bahkan hukuman mati. Pihak keluarga pun sedih dan terpukul atas kejadian nahas menimpa dua bocah itu.

Zuwairiah juga menuturkan kondisi saat Ikhsan dan Rafa ditemukan tak bernyawa di parit. Di mana kondisi tubuh keduanya sudah penuh luka akibat tindak kekerasan. "Badannya sudah bengkak semua dan biru buru saat ditemukan. Abangnya disiksa dan dibuang ke semak semak dalam lokasi sekolah," ungkap Zuwairiah.

"Si abang macam ada sampai terkopek (kulitnya). Ada bekas benturan di kepala kayak dibenturin ke dinding," sambungnya. Sementara itu kondisi Rafa sang adik dinilai lebih parah dibanding Ikhsan. "Adiknya dimasukkan ke parit. Si adik lebih parah, ada luka di kakinya, dan kakinya sudah putih semua karena di parit ditemukan," papar Zuwairiah.

Zuwairiah menyebut kedua cucunya itu adalah anak yang baik dan bijak serta sayang keluarga. Maka dari itu, Zuwairiah berharap pelaku pembunuhan bisa dihukum mati. "Luar biasa bijaknya cucu kami, sayang pun dia sama kami. Dihukum mati saja (pelakunya)," harap Zuwairiah.

Dua bocah itu sempat meminta uang jajan ke ayah tiri sedangkan sang ibu sempat menghubungi sang suami melalui pesan WhatsApp. Kedua bocah itu adalah warga Gang Satria, Jalan Brigjen Katamso, Kecamatan Medan Kota. Kedua bocah itu ditemukan dalam parit dalam kondisi luka luka.

Dari informasi yang dihimpun , Ikhsan ditemukan dalam posisi terlentang. Wajah Ikhsan terdapat bekas memar yang diduga karena benturan benda keras. Sedangkan Rafa berada di sisi parit yang lain di samping gedung sekolah.

Sang adik ditemukan dalam posisi terlentang dan tubuhnya ditutupmenggunakan triplek serta karton. Ikhsan awalnya ditemukan pukul 09.00 WIB, sedangkan Rafa ditemukan pada 10.00 WIB. Penemuan dua bocah kakak beradik itu membuat warga sekitar geger.

Kini, kasus kematian dua bocah itu tengah diselidiki oleh Polsek Medan Kota dan Polrestabes Medan. Kronologi yang berhasil dihimpun, bocah tersebut awalnya mendatangi ayah tiri, Rahmadsyah, pada Sabtu (20/6/2020) pukul 14.00 WIB. Rahmadsyah merupakan seorang kuli bangunan, dan dua bocah itu menghampirinya di tempat kerja.

Kakak beradik itu menghampiri sang ayah dengan tujuan meminta uang jajan untuk membeli es krim. Karena tak kunjung diberi uang oleh Rahmadsyah, dua bocah itu terus meminta uang kepadanya. Diduga karena tak tahan ditagih kedua anak tirinya, Rahmadsyah membawa dua bocah itu ke arah samping gedung sekolah Global Prima.

Keesokan harinya, istri Rahmadsyah, Fathulzanah, kebingungan lantaran kedua buah hatinya tak kunjung pulang. Fathulzanah kemudian mengirim WhatsApp kepada Rahmadsyah, bertanya tentang keberadaan anaknya. Fathulzanah pun mendapat jawaban 'cari di Global Prima'.

Akhirnya Fathulzanah mengajak sang ibu dan beberapa anggota keluarga untuk mencari dua bocah itu di kawasan sekolah. Hingga akhirnya Ikhsan dan Rafa ditemukan dalam kondisi sudah tak bernyawa. Fathulzanah sontak langsung berteriak histeris hingga satpam sekolah pun berlari menghampirinya.

Kemudian, pihak satpam sekolah langsung menghubungi kepolisian setempat. Petugas kepolisian langsung menuju lokasi dan melakukan olah TKP serta mengangkat jasad kedua bocah itu dari parit. Dari keterangan awal yang dihimpun, ayah tiri dua bocah itu diduga mengakui perbuatan pembunuhan itu.

Hingga kini, Kapolsek Medan Kota Kompol Rikki Ramadhan menyebut pihaknya masih mendalami kasus ini. "Kami masih kerja di lapangan. Belum tahu. Nanti kalau sudah ada perkembangan kita sampaikan," ujar Rikki.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *