Nia Ramadhani Santai saat Main Petak Umpet dengan Anaknya di Ruang Baju Marshanda

Aktris Nia Ramadhani tampak santai bermain dan bercanda dengan putrinya di ruangan walking closet milik Marshanda. Keduanya diketahui baru saja saling bertemu yang akhirnya mengobati kerinduan penggemar untuk melihat keduanya bersama. Seperti diketahui, Nia dan Marshanda dulunya pernah terlibat dalam sinetron yang sama, Bidadari season kedua.

Nia Ramadhani menjadi pemain pendukung dalam sinetron yang tayang di RCTI pada tahun 2000 an. Ia memerankan karakter bernama Hellen. Pada sinetron itu, Nia diceritakan sebagai teman Lala (Marshanda) yang kemudian disukai oleh Bombom (alm Cecep Reza).

Istri Ardi Bakrie ini memainkan perannya mulai dari episode 82 hingga episode 157. Melihat video unggahan Nia Ramadhani di Instagram Stories, tampak keduanya yang akrab satu sama lain. Nia pun memperlihatkan isi walking closet milik Marshanda yang cukup luas.

Dari kejauhan, tampak Marshanda yang semakin mendekat ketika tahu Nia merekamnya. Keduanya pun bercanda bersama. Bahkan putri Nia Ramadhani, Mikhayla Zalindra Bakrie justru mengumpet saat Marshanda mencarinya.

Marshanda pun menemukan putri sahabatnya itu di tempat tempat bajunya. Kebersamaan meraka pun mengobati kerinduan para warganet yang pernah menonton akting keduanya dalam sinetron yang sama di masa lalu. Intip video keduanya saat bersama:

Aktris Marshanda menuliskan surat berisi kata kata manis untuk sang ayah, Irwan Yusuf, yang kini masih tak diketahui keberadaannya. Surat tersebut dituliskan oleh Marshanda dalam rangka ulang tahun sang ayah pada 18 Agustus lalu. Perempuan yang akrab disapa Caca ini menuliskan surat yang cukup panjang yang diunggah ke Instagramnya, Rabu (16/9/2020).

Ibu dari Sienna Ameerah Kasyafani ini juga mengunggah potret lawasnya bersama sang ayah. Sebelumnya, Marshanda juga sempat mengunggah potret lawasnya bersama sang ayah beberapa minggu lalu. Sementara itu pada unggahan ini, Caca mengaku akan menerima sang ayahnya kembali dalam kondisi apa pun.

Ia juga menegaskan jika dirinya akan menerima masa lalu juga masa masa sekarang sang ayah. Caca juga mengaku sudah memaafkan semuanya. Kini ia rindu dan ingin bertemu dengan sosok ayahnya.

Begini curhatan Caca yang berharap dibaca langsung oleh ayahnya: “My August 18th” Have lost so much that I love I understand nothing’s ever belong to me

But tonight I cherish our time together I cherish all of our short little steps together But if having you close to me was meant to be that short in my life I want you to know I am grateful to have our relationship Even within your absence, I feel you exist And I think of you I look for pictures with you in it And I thought I am over the phase of missing you and crying because of that. But I guess this time I just feel you. I hope you know. I think of you. On your birthday.

Hope you know. I love you. I accept you. Forever you’re in that deep deep part of my heart. And I hope I am in yours, too. Hope your soul smiles when you read this. It’s August 18th.

You’re my August 18th. Happy birthday, Papa. ———————————

Wrote this on August 18th 2020 and regret not posting it that very day. Now I decided to share this letter I made for Papa. Because I hope someone will read this and tell my dad about this poem I wrote for him.

So, he’d know how much he Still means to me. How much I still remember him. And how deep in my heart, the place where I keep my everlasting love for him.

Dont know why, it’s written in our story that we should be separated in this lifetime, Pa. And we’re only together in a few of old photographs. We are together as one, very vividly, in my memories.

However you are. Know, you are forgiven. You’re doing your best every single time. Don’t ever feel like a failure. You’re not. You’re my dad. And I love you so much more than you know.

Accept you. With all your beauty and all your flaws. This moment i hope you feel this. And remember me. And smile again.

If forever is what it takes to remember you, than I say it’s ok. If having you means having you only in my memories, it is okay. I am grateful. Thank you for spending the first five years of my life being the warm, funny, loving person that you were for me.

Thank you. For being born, for still being alive in your nonexistence in my life. Accept you. Your past. Your journey. Our story.

Hope my love gives you a bit of joy in another breath you take. After reading this letter I made for you.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *