Panglima Langit Sebut Sakit Ashanty Disebabkan Santet, Istri Anang Hermansyah Syok: Kok Sejahat Itu

Paranormal terkenal Panglima Langit menyebut sakit yang diderita Ashanty disebabkan oleh santet. Hal itu diketahui dari tayangan YouTube The Hermansyah A6 yang dipublikasikan (12/1/2020). Diketahui saat itu Panglima Langit, Ratna Listy, tak sengaja bertemu dengan Ashanty di sebuah studio.

Panglima Langit kemudian berkesempatan untuk melihat dan menerawang istri Anang Hermansyah itu. Diketahui belakangn ini, Ashanty memang sempat mengalami sakit parah sehingga harus dirawat inap di rumah sakit. Hingga saat ini pun diketahui Ashanty masih dalam proses pemulihan.

Melansir tayangan YouTube The Hermansyah A6, Panglima Langit menyebut bahwa sakit yang diderita Ashanty bukanlah penyakit biasa. Panglima Langit menyebut penyakit yang diderita Ashanty merupakan penyakit nonmedis. "Menurut saya itu memang ada gangguan nonmedis," ujar Panglima Langit.

Lebih lanjut, Panglima Langit justru secara gamblang menyebut bahwa penyakit Ashanty itu disebabkan oleh santet. "Memang kalau versi saya ini, positif gangguan santet ya bisa dibilang," terang Panglima Langit. Ia pun mengatakan, bahwa biasanya penerawangannya itu jarang sekali meleset.

"Yang saya pantau, jarang meleset biasanya, tepat biasanya," ujarnya. Panglima Langit mengungkapkan, bahwa di tubuh Ashanty ada sosok yang menempel. Sosok tersebut terlihat seperti nenek nenek yang diduga berniat utnuk mencelakai Ashanty.

"Saya lihat sendiri memang ada seperti sosok nenek, tua banget, dan mukanya jelek banget," ungkap Panglima Langit. Menurut pengalamannya, sosok tersebut bisa menimbulkan penyakit alergi terhadap orang yang diikutinya. Misalnya penyakit gatal gatal dan bengkak bengkak, persis seperti yang pernah dialami Ashanty.

"Dan itu biasanya, saya dulu pernah punya pengalaman pasien, orang yang terkena tempel siluman nenek nenek itu akhirnya mengakibatkan penyakit alergi," kata Panglima Langit. "Seperti gembung gembung (pada kulit), bengkak bengkak di sekujur kuliit," lanjutnya. Panglima Langit mengungkapkan, penyakit alergi yang disebabkan oleh sosok tersebut tidak akan sembuh bila hanya diobati secara medis.

"Bahkan dibawa bawa berobat kemana juga, dalam tanda kutip pengobatan secara biasa (medis) itu enggak ada ngefek ke tubuh," ujarnya. Ia juga mengungkapkan, efek lain yang ditimbulkan dari sosok yang menempel di tubuh Ashanty. Panglima Langit menyebutkan efek dari santet yang dikirim ke Ashnaty, membuat Ashanty tidak disukai oleh orang yang melihatnya.

"Saya mencium hawa itu lebih mengarah kepada supaya orang melihatnya (Ashanty) enggak suka gitu," ungkap Panglima Langit. Selain itu, sosok yang ada pada tubuh Ashanty juga diduga membuat aura wajah Ashanty menurun. "Dari sisi aura wajah lama lama bisa menjadi kurang cerah, kurang bersinar," terangnya.

Menurut pantauan Panglima Langit, santet yang dikirim ke tubuh Ashanty diperkirakan sudah sejak satu tahun terakhir. "Saya lihat kalau pengiriman masih satu tahun ini, tapi energinya lumayan kuat," ujarnya. Terpisah, Ashanty mengaku syok mendengar penerawangan Panglima Langit.

Ia seolah tak menyangka ada orang yang berniat sejahat itu terhadap dirinya. "Apa pun yang tadi dikatakan, walaupun memang benar terjadi seperti itu aku hanya bisa," kalimat Ashanty terputus. Ia mengaku syok mengetahui ada orang yang mengirim dirinya santet.

"Ya sempet syok juga, karena kok ada orang yang bisa sejahat itu," ujar Ashanty. Namun Ashanty mengatakan, ia tetap berusaha berpikir positif. Setiap orang pasti mempunyai kekurangan, dan hal itu menjadi bahan introspeksi diri bagi Ashanty.

"Tapi balik lagi, kan semua ini tidak ada yang pernah tahu apa yang sebenarnya terjadi," kata Ashanty. "Jadi aku balik lagi, udah lah berpikir yang positif aja, rajin ibadah insyaallah," lanjutnya. Pada dasarnya Ashnaty mengatakan untuk tidak menjadi jahat terhadap orang lain.

"Namanya manusia pasti banyak kekurangan, banyak salah, intinya jangan jadi orang jahat aja," ujarnya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *