Pelajar SMA ini Pamit Berangkat ke Sekolah, Tapi Malah Belok ke Kamar Kos Harian Bersama Pasangan

Sebuah rumah kos di Kelurahan Kepatihan, Tulungagung digerebek oleh Satpol PP Tulungagung, Rabu (15/1/2020). Pada penggerebekan di pagi hari ini, Satpol PP berhasil mengamankan empat pasangan bukan suami istri. Tiga di antaranya bahkan masih pelajar SMA di Tulungagung.

Padahal, pelajar tersebut pamitnya pergi ke sekolah. Namun malah berbuat asusila di kamar kos. Tentu saja, mereka yang digerebek merasa malu atas perbuatan tersebut.

"Saat kami razia, pintu kamar kos dalam keadaan terkunci dan pasangan ini berdua di dalamnya," terang Kasi Penyelidikan dan Penyidikan Satpol PP Kabupaten Tulungagung, Agung Setyo Widido. Pasangan tidak resmi ini kemudian dibawa ke Kantor Satpol PP untuk didata dan menjalani pemeriksaan. Dua pasangan pelajar yang ikut ditangkap masih mengenakan seragam sekolah masing masing.

Menurut Agung, penggerebekan ini dilakukan atas aduan dari masyarakat. "Kami menerima telepon dari masyarakat, bahwa ada sejumlah pelajar yang pagi pagi masuk ke kamar kos. Kami respon dengan cara melakukan razia di rumah kos itu," sambung Agung.

Dari keterangan awal, empat pasangan ini bukan penyewa kamar kos yang ditempati. Mereka menyewa dari orang lain tanpa berhubungan dengan pemilik rumah kos, dengan tarif Rp 100.000 per hari. "Jadi mereka pamit berangkat ke sekolah, tapi tidak sampai ke sekolah.

Mereka belok ke kamar kos yang sudah disewa," ungkap Agung. Diduga pasangan ini menyewa kamar kos per jam yang marak ditawarkan di Tulungagung. Tarif satu jam sebesar Rp15.000, atau Rp 100.000 per hari.

Kamar kos murah meriah ini ditawarkan dengan sistem tertutup, utamanya lewat grup Facebook. Pemilik kamardan penyewa bertemu di suatu tempat untuk menyelesaikan pembayaran. Penyewa kemudian diberi tahu letak kamar yang disewakan, yang sengaja ditinggal tanpa dikunci.

Kamar kos dengan sistem sewa per jam ini banyak dipakai untuk berbuat mesum pasangan bukan suami istri, termasuk kalangan pelajar. Pemilik kamar kos biasa menambahkan fasilitas tisu dan pengaman, sebutan lain untuk kondom. Sebelumnya, enampasangan bukan suami istri yang tinggal di dalam kamar kos bersama diamankanSatpol PP Tulungagung.

Pasangan bukan suami istri itu diamankan saat Satpol PP Tulungagung melakukan razia rumah kos di Kecamatan Ngunut, Kabupaten Tulungagung. Razia itu dilakukan bersama Badan Narkotika Nasional Kabupaten (BNNK) Tulungagung, POM AD, dan Polres Tulungagung, Kamis (28/11/2019). Mereka kemudian dibawa ke Kantor Satpol PP Tulungagung, untuk didata dan mendapat pembinaan.

“Mereka tidak bisa menunjukkan bukti pernikahan. Padahal tinggal di kamar yang sama,” ujar Kasi Penyelidikan dan Penyidikan Satpol PP Tulungagung, Agung Setyo Widodo. Dari enam pasangan bukan suami istri ini, satu pasangan terindikasi mengonsumsi narkotika. Hal ini diketahui dari hasil tes urine menggunakan rapid test, yang dilakukan BNNK Tulungagung.

Pasangan ini juga harus menjalani assesmen di BNNK Tulungagung, untuk memastikan apakah mereka mengonsumsi narkotika atau tidak. “Mereka yang kedapatan tinggal bersama tanpa ikatan pernikahan, akan kami bina lebih dulu,” tegas Agung. Usia pasangan yang kedapatan tinggal bersama ini antara 19 23 tahun.

Jika memang mereka tidak terikat pernikahan dengan orang lain, maka cukup pembinaan dan membuat surat pernyataan tidak mengulangi lagi. Namun jika salah satunya istri atau suami orang, maka pasangannya akan dihadirkan. “Biar ada efek jera, jangan sampai rumah kos yang begitu banyak di Tulungagung dimanfaatkan untuk kumpul kebo,” sambung Agung.

Selain itu Satpol PP juga mencatat, 4 titik rumah kos yang dirazia tidak mengantongi izin. Padahal menurut Perda Kabupaten Tulungagung, rumah kos dengan 10 kamar atau lebih wajib membayar pajak 10 persen dari harga sewa kamar. Pajak ini dibebankan kepada penyewa, sehingga tidak memberatkan pemilik kos.

“Kami panggil mereka suruh ke kantor. Kami minta izinnya diurus dulu,” tegas Agung. Sedangkan dari Kabupaten Tuban dilaporkan, bahwa lima pasangan bukan suami istri juga terjaring raziaOperasi Aman Semeru 2019 di Kabupaten Tuban, Jumat (20/12/2019) dini hari. Razia Operasi Aman Semeru 2019 itu dilakukan petugas gabungan, Polisi, TNI dan Satpol PPTuban.

Razia yang difokuskan untuk mencegah peredaran narkoba, barang berbahaya, dan pasanganbukan suami istri itu dilakukan di lima titik hotel, baik di Kecamatan Jenu dan Tuban. "Lima pasangan bukan suami istri yang kita amankan pada razia ini," kata Kasat Narkoba Polres Tuban, AKP I Made Patera Negara kepada wartawan. AKP I Made Patera Negara menjelaskan, dari lima pasangan yang tidak bisa menunjukkan identitas atau surat nikah itu, satu pasang diamankan di sebuah hotel.

Kemudian, ada laga tiga pasanganbukan suami istri di hoteldi Desa Sugihwaras, Kecamatan Jenu. Lalu, satu pasangan lagi diamankan di hotel Kecamatan Kota. "Lima pasangan diamankan di tiga hotel berbeda," terangAKP I Made Patera Negara.

AKP I Made Patera Negara menambahkan, ada hal unik saat giat berlangsung. Kata dia, ada pasangan di hotel yang berusaha mengecoh petugas dengan memasukkan motornya ke kamar. Lampu dan AC juga dimatikan agar seolah olah tidak ada penghuninya.

Namun, petugas yang curiga akhirnya tetap memeriksa kamar tersebut hingga berhasil diamankan. "Motornya dimasukkan ke kamar hotel, tapi kita curiga akhirnya kita periksa dan kita amankan pula," pungkasnya. Sekadar diketahui, lima pasangan yang terjaring razia itu diperiksa identitasnya.

Mereka kemudian dibawa petugas ke Polres Tuban untuk diperiksa lebih lanjut.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *