Pelaku Penculikan 8 Anak di Bawah Umur Sempat Ancam Membunuh Korbannya Jika Kabur

Kapolres Depok Kombes Pol Aziz Andriansyah mengatakan 8 anak di bawah umur yang menjadi korban penculikan sempat mendapatkan intimidasi dari pelaku. Aziz mengatakan, pelaku mengancam akan membunuh korban jika mereka melarikan diri atau mencoba melawan. "Ada ancamannya. Kalau kabur mau dibunuh katanya gitu," kata Aziz kepada wartawan, Selasa (30/6/2020).

Kepada pihak kepolisian, seluruh anak yang dibawa oleh pelaku tidak mendapatkan aksi kekerasan atau sebagainya. Mereka hanya mendapatkan ancaman verbal dari pelaku untuk tidak melarikan diri. "Kami melakukan pengecekan apakah dilakukan sesuatu yang tidak baik terhadap anak anak itu, namun alhamdulillah sampai sekarang masih sebatas dibawa lari saja. Masih dibawa muter muter aja di kramat jati. Dia belum menemukan tempat mungkin," jelasnya.

Lebih lanjut, dia menambahkan pihaknya masih melakukan pengejaran terhadap pelaku yang diduga telah menculik 8 anak di bawah umur tersebut. "Kita kejar pelakunya supaya tidak muncul calon korban berikutnya," pungkasnya. Diberitakan sebelumnya, Kepolisian telah menemukan 8 anak di bawah umur yang menjadi korban penculikan orang tak dikenal (OTK) di Depok, Jawa Barat. Seluruh korban telah dikembalikan kepada orang tua masing masing.

Kasus penculikan tersebut bermula saat seluruh anak tersebut tengah asik bermain bentengan di Parkiran Pasar Agung, Abadijaya, Sukmajaya, Kota Depok , Jawa Barat, Sabtu (27/6/2020) lalu. Korban berinisial RR (13), MR (13), EF (11), RD (13), KE (13), LI (11), AG (12), dan BA (13) tiba tiba didatangi oleh seorang pria dewasa yang tak dikenal. Pelaku mengiming imingi korban untuk mengajak turnamen game online. Tanpa menaruh rasa curiga, korban pun bersedia mengikuti ajakan pelaku. Seluruhnya kemudian naik sebuah angkot sewaan yang dibawa pelaku.

"Jadi 8 orang sempat dibawa katanya mau diajak main game, turnamen game online," kata Kapolres Depok Kombes Pol Aziz Andriansyah kepada wartawan, Selasa (30/6/2020). Tak lama setelah itu, orang tua korban langsung melaporkan kehilangan anaknya kepada pihak kepolisian. Menurut Aziz, sepanjang penculikan itu pelaku hanya terus mengajak korbannya untuk memutar di daerah Depok. Merasa curiga ada yang tidak beres, separuh korban berhasil melarikan diri saat angkot itu terhenti di daerah dekat Fly Over Universitas Indonesia (UI). 4 korban turun dengan meloncat dari angkot tersebut dan memilih melarikan diri.

"Karena sempat ketika nunggu mau naik angkot itu dia (4 korban, Red) sempet lari. Yang 4 orang lagi ini gak sempet karena takut dia. Namanya anak anak kecil," jelasnya. Usai mendapatkan keterangan dari 4 korban yang berhasil melarikan diri, kepolisian langsung mencari pelaku dan 4 korban lainnya. Setelah diselidiki, korban dibawa ke arah pasar induk, Kramat Jati, Jakarta Timur. "Karena dia menggunakan angkot ya kita kejar di terminal terminal. Ternyata ada 4 anak yang di pasar induk Kramat Jati itu berhasil kita selamatkan. Pelakunya karena kita agak minim ciri cirinya saat itu ada di sekitar situ juga," jelasnya.

"Pelakunya sempat melarikan diri ya kita sampai sekarang masih mencari dan melakukan pengejaran. Tapi yang paling penting para korban ini masih selamat semua dan berhasil ditemukan dan bisa kita kembalikan ke orang tuanya kembali," sambungnya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *