Pemain Muda Persib Bandung, Mario Jardel Belum Temui Kendala Jalani Latihan Mandiri

Pemain muda Persib Bandung, Mario Jardel belum menemui kendala dalam menjalani program latihan mandiri yang disediakan jajaran pelatih. Seperti diketahui, program latihan mandiri klub berjuluk Pangeran Biru ini telah memasuki pekan keenam semenjak pandemi corona. Jardel yang telah melahap program latihan sejak pekan pertama hingga kelima mengaku bersyukur belum menemui kendala yang berarti.

Menurut pemain yang menempati posisi bek ini lancarnya program latihan selaras dengan yang dilakukan jajaran pelatih dalam menjalin komunikasi. Komunikasi yang terjalin dengan baik membuatnya terbantu dan bisa menjalankan program latihan sesuai instruksi. "Alhamdulillah lancar hingga saat ini.

Pelatih bantu menjelaskan semua program supaya pemain bisa melaksanakan. Jadi sangat terbantu," kata Jardel dikutip dari . Adapun untuk pelaksanaan program latihan juga bisa disesuaikan dengan waktu ibadah puasa Ramadan bagi pemain yang menjalankan. Tak terkecuali, pemain yang mengenakan jersey Persib bernomor punggung 66 ini melakukannya sambil menunggu waktu berbuka puasa.

"Latihannya jadi lebih seru dan terasa tidak berat walau intensitas meningkat di minggu ini," tambahnya. Menurut Jardel, menjalani latihan pada bulan Ramadan bukanlah suatu kendala. Bahkan, ia mnyatakan bahwa puasa dan latihan tetap bisa dia lakukan dengan maksimal. Sertalatihan menjelang berbuka menjadi ajang ngabuburitnya.

Lebih lanjut, pemain bernomor punggung 66 ini mengaku harus menjaga asupan makanan dan pola istirahat yang baik supaya dapat menunjang kegiatan dan latihan. Kolak dan minuman manis lain menjadi menu wajib bagi Jardel selama berbuka puasa dan juga sahur. “Pastinya yang manis manis, kolak atau sirup, atau mungkin es campur. Kalau makan normal saja, sayur pastinya,” terangnya.

Mario Jardel sendiri harus menempuh jalan yang terjal hingga dapat bermain bersama Persib Bandung. Pemain yang menempati posisi bek ini mengaku perjalanannya meniti karier tidak lah mudah dan harus melewati beberapa rintangan. Bek kelahiran Bogor, 7 November 2000 ini mengawali karier nya dengan bergabung di Diklat Persib Bandung.

Saat bergabung dengan Diklat Persib, momen tersebut merupakan awal perjuangan Jardel serta keluarga untuk mewujudkan mimpi sebagai pemain sepak bola profesional. Kerja keras dan pengorbanan keluarga, terutama sang ayah, diakui Jardel membuatnya mampu bertahan dalam merintis karier sepakbola. Meskipun memiliki banyak keterbatasan, semangat pemain nomor punggung 66 ini tidak pernah padam.

Jardel pun sempat merasakan tidak mempunyai ongkos saat ingin pergi ke Bandung untuk bergabung dengan Diklat Persib. Untuk biayanya pergi ke Bandung, orang tua bek berpostur 165 meter ini harus kerja banting tulang demi mendukung karir sang buah hati. Terutama bapak dari Jardel yang rela meminjam uang supaya anaknya tetap bisa berangkat ke Kota Kembang untuk bergabung dengan Diklat Persib.

Setelah bergabung dengan Diklat, Jardel harus mengatasi beragam tantangan yang tentunya semakin berat. Setelah berada di tim senior, Jardel pun telah menjalani laga debut kala berhadapan dengan PSCS Cilacap di Piala Indonesia, 5 Desember 2018. Jardel merasa tantangannya kini semakin besar dan berharap segera dapat membalas kebaikan dan mewudkan impian keluarganya.

Musim ini, Jardel kembali ke Persib setelah Liga 1 U 20 selesai dan ingin segera merasakan debut hingga menyerap ilmu para pemain senior untuk bekal masa depannya. Bahkan, dia berharap bisa merasakan gelar juara bersama Persib Bandung suatu saat nanti. Mario Jardel

Bogor, 7 November 2000 Indonesia Belakang

66 2019 1,65 meter

Persib U 20

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *