Penambang Pasir di Kali Gendol Diminta Libur Dulu Aktivitas Gunung Merapi Meningkat

Tim Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) DIY mengambil langkah antisipasi menyusul terjadinya peningkatan aktivitas Gunung Merapi. Dari data Balai Penyelidikan dan Pengembangan Teknologi Kegempaan dan Geologi (BPPTKG) Yogyakarta, saat ini telah terjadi siklus ekstrupsi ke dua setelah Agustus 2018 yang lalu. Ancamannya, erupsi dari aktivitas kegempaan dalam, dapat ke luar dan berdampak pada lingkungan sekitar merapi.

Kepala BPBD DIY, Biwara Yuswantana mengaku sudah berkoordinasi dengan BPPTKG. Informasi terkait adanya peningkatan aktivitas Merapi itu pun sudah diterima. Sebagai langkah awal, pihaknya telah menginstruksikan kepada seluruh penambang pasir di Kali Gendol, Kecamatan Cangkringan, Sleman untuk menutup aktivitas penambangan.

Namun, hal itu seharusnya menjadi kewenangan dari Dinas Pekerjaan Umum Perumahan dan Energi Sumber Daya Mineral (PUP ESDM) DIY. Sampai saat ini para penambang pasir sudah diharuskan untuk berlibur menambang. Ia menambahkan, imbauan tersebut dikeluarkan atas pertimbangan keselamatan para penambang, jika sewaktu waktu Gunung Merapi terjadi erupsi.

"Karena aktivitasnya memang meningkat. Ya antisipasi awal saya tegaskan, bagi para penambang pasir untuk libur dulu saja," imbuhnya. Imbauan itu berlaku hingga adanya informasi dari BPPTKG Yogyakarta terkait keamanan terkait aktivitas Gunung Merapi. Selain mengimbau kepada para penambang pasir, persiapan mitigasi bencana juga mulai disusun.

BPBD DIY telah berkoordinasi dengan pusat pengendalian dan operasi (Pusdalops) BPBD Sleman untuk menyiapkan relawan tangguh. "Termasuk desa desa tangguh bencana semua sudah saya instruksikan melalui BPBD Sleman agar tetap waspada," imbuh Biwara. Saat disinggung mengenai konsep mitigasi yang bersamaan dengan adanya pandemi Covid 19 kali ini, Biwara masih belum terburu buru untuk membahas hal itu.

Ia lebih fokus terhadap para penambang pasir yang setiap hari beraktivitas di dekat Gunung Merapi. "Tentu bertahap, itu sudah terpikirkan. Namun belum menuju ke sana. Karena kami masih terus berkoordinasi dengan BPPTKG," ujarnya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *