Pergoki Istri Bermesraan di Teras Hotel, Tukang Tambal Ban Bakar Juru Parkir hingga Meregang Nyawa

Cemburu saat pergoki istri bermesraan di halaman hotel, tukang tambal ban bakar tukang parkir hingga tewas. SM (50) seorang pria yang bekerja sebagai tukang tambal ban di Rembang, Jawa Tengah nekat membakar hidup hidup tukang parkir bernama Sukarno karena cemburu. Pasalnya, beberapa kali, SM mendapati Sukarno dan istrinya bermesraan di halaman sebuah hotel.

Aksi penyerangan dan penyiraman bensin gegerkan warga diRembang, Jawa Tengah. Bagaimana tidak, seorang pria berinsial SM (50) nekat menyiramkan bensin dan membakar hidup hidup seorang tukang parkir bernama Sukarno (39). Melansir dari Kompas.com, pelaku penyiraman dan pembakaran tersebut rupanya berprofesi sebagaitukang tambal ban.

Pelaku melakukan aksinya saat korban dan rekannya yang bernama Ivan Agus Setiyarno(34) tengah nongkong di perempatan Mbelik, Desa Sumberjo, Kecamatan KotaRembang. Pada Jumat (29/11/2019) sekitar pukul 16.30 WIB, pelaku langsung menghanpiri korban dan menyiramkan bensin yang dibawanya dalam botol plastik. Setelahnya, pelaku langsung menyulutnya dengan korek api hingga korban tak sempat menyelamatkan diri dan menderita luka bakar.

Nahas, Ivan yang duduk bersebelahan dekat korban juga ikut terkena sambaran api hingga menderita luka bakarsekitar 40 persen. Usai membakar hidup hidup korban, pelaku langsung kabur mengendarai sepeda motor. Usut punya usut, pelaku rupanya pernah beberapa kali memergoki korban tengah berduaan bersama istri pelaku di halaman sebuah hotel di Kota Rembang.

"Kasus ini adalah asmara terlarang. Korban mengganggu mesra istri pelaku," kata Bambang dikutip dari Kompas. "Pelaku sakit hati dan cemburu dengan korban. Pelaku beberapa kali melihat istrinya dan Sukarno di halaman Hotel," tambah Bambang. Usai kejadian, pelaku berhasil diringkus aparat kepolisian di rumahnya di kecamatan Rembang pada Selasa (3/12/2019).

Sukarno sendiri diketahui akhirnya tewas setelah sempat menjalani perawatan intensif di RSUD dr Soetrasno dan menderita luka bakar serius hingga 70 persen. Melansir dari HukumOnline.com, pelaku bisa dijerat dengan Pasal 187 KUHP ayat 1 dan 2 dengan ancaman hukuman 15 tahun penjara. Murka pacar tak ada di rumah saat diapeli, pria ini nekat bakar rumah kekasihnya hingga nyaris hilangkan nyawaayah pacarnya yang buta.

Vije, seorang pemuda asal Palembang nekat membakar rumah kekasihnya hingga rata dengan tanah karena tak mendapati sang pacar di rumah ketika berkunjung. Tindakan nekat Vije ini nyaris membahayakan nyawa ayah pacarnya, Siti Zulaeha yang mengalami buta. Gara gara dimakan cemburu buta, seorang pria diPalembangnekatbakar rumahpacarnya sendiri.

Alasannya sebenarnya sepele, tapi terlanjur dibutakan marah dan emosi oleh perasaan cemburu, pria diPalembangini pun nekatbakar rumahpacar tanpa pikir matang matang. Akibatnya, pria diPalembangini nyaris membunuhcalon mertuadan kakak iparnya sendiri yang tengah tertidur pulas di dalam rumah sang pacar. Diduga karena cemburu, seorang warga di kota Palembang nekat membakar rumah kekasihnya sendiri, Jumat (7/12/2019).

Sebanyak dua rumah di Jalan Ki Marogan Lorong Keluarga Kelurahan Kemas Rindo Kertapati Palembang, hangus terbakar akibat kejadian itu. Siti Zulaeha (26) pemilik rumah, tampak tertunduk lemas saat menceritakan keadaan rumahnya yang telah rata dengan tanah akibat dibakar. Pelakunya tak lain adalah kekasihnya sendiri yaitu RT alias Vije (25) yang usai melakukan pembakaran, langsung melarikan diri.

"Dia orangnya cemburuan dan tempramental. Semalam dia cari saya di rumah, tapi tidak ada di rumah. Dia ngamuk dan langsung bakar rumah.

Waktu kejadian itu saya memang lagi keluar," ujar Siti Zulaeha saat ditemui Sabtu (7/12/2019). Selama berpacaran, Siti memang kerap mengalami kekerasan dari Vije. Pukulan dan tindak kekerasan lain sering dia alami dari kekasihnya itu.

"Saya juga sudah tidak mau lagi sama dia. Sering mukuli saya bahkan sampai berdarah darah juga pernah karena perbuatan dia," katanya. Tak hanya Siti yang mengalami kerugian akibat kejadian itu, Novi kakak kandungnya yang tinggal bersebelahan rumah juga harus kehilangan tempat tinggal.

"Saat itu suami saya tidak ada di rumah. Saya lagi tidur dan dengar teriakan warga. Saya lihat api sudah besar dan langsung saja keluar bawa anak untuk menyelamatkan diri," ucapnya. Tidak ada satupun barang yang berhasil ia selamatkan.

Surat surat berharga dan harta bendanya yang lain semua sudah jadi serpihan abu. Hanya tersisa baju yang melekat di badan. Seolah belum cukup sampai disitu, rupanya, ada seorang pria buta yang nyaris menjadi korban dari ulah nekat Vije. Pria buta yang sudah berumur lanjut tersebut berada di rumah yang ditempati Siti ketika api melalap rumah kayu ini.

"Dia itu Abdullah (60), ayah saya. Untung ayah saya ditolong berhasil diselamatkan warga. Kalau tidak, entah bagaimana nasibnya," ujar Siti Zulaeha saat ditemui dikediaman sang ibu yang tak jauh dari rumahnya yang terbakar, Sabtu (7/12/2019). Sejak rumahnya dibangun 2 tahun lalu, sang ayah memang tinggal bersama Siti Zulaeha dan Novi kakak kandungnya.

Mereka berdua membangun rumah bersebelahan diatas tanah kosong yang tak jauh dari kediaman ibunya. "Sekarang ayah kami titipkan dulu di rumah keluarga. Saya dan keluarga kak Novi sekarang numpang dulu di rumah ibu kami," ungkapnya. Kini Siti dan Novi beserta keluarganya mengungsi sementara di rumah orang tua mereka yang berada tak jauh dari kediaman mereka.

"Kami sangat berharap pelaku pembakaran ditangkap dan ganjaran setimpal. Kami juga takut kalau dia masih berkeliaran. Nyawa kami terasa terancam," ujar Siti.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *