Pinangki Pertanyakan Sosok Pemberi Uang 50 Ribu Dolar AS menuju Anita Kolopaking

Pinangki Sirna Malasari pertanyakan sosok pemberi uang 50 ribu dolar AS kepada pengacara Djoko Tjandra Anita Kolopaking di Apartemen Darmawangsa Essens pada 26 November 2019 silam. Pasalnya pada tanggal yang sama, setelah pulang dari Kuala Lumpur Malaysia, dia mengaku langsung menuju kediaman orang tua di kawasan Sentul City. Pinangki sebut langsung pulang karena mau menemani orang tuanya yang tengah sakit.

"Karena pada saat itu sepulang saya dari Kuala Lumpur, saya langsung pulang dan menginap di Sentul City karena bapak saya sedang sakit. Jadi yang ditemui ibu Anita Kolopaking pada 26 November di Dermawangsa Essens saya tidak tahu siapa," kata Pinangki dalam sidang di Pengadilan Tipikor, Jakarta Pusat, Rabu (11/11/2020). Eks Kepala Sub Bagian Pemantauan dan Evaluasi II pada Biro Perencanaan Jaksa Agung Muda Pembinaan Kejaksaan Agung itu membantah sebagai pihak pemberi uang 50 ribu dolar AS ke Anita Kolopaking. Pinangki menyatakan sejak pertama kali kenal dengan Anita Kolopaking hingga sekarang, tidak pernah memberi uang satu peserpun kepadanya.

"Anita tidak pernah meminta fee kepada saya sebesar 50 ribu USD, dan saya sejak mengenal ibu Anita Kolopaking sampai saat ini belum pernah memberikan uang satu sen pun kepada ibu Anita," bantah Pinangki. Pada persidangan yang sama, suami Terdakwa Anita Dewi Kolopaking, Wyasa Santosa Kolopaking mengatakan istrinya memperlihatkan wajah murung usai keluar dari Apartemen Darmawangsa Essens, di kawasan Jakarta Selatan. Kemurungan Anita disebabkan lantaran bayaran awal sebagai penasehat hukum (legal fee) untuk Joko Soegiarto Tjandra alias Djoko Tjandra hanya dibayar 50 ribu dolar AS dari yang semestinya 100 ribu dolar AS.

Uang itu diberikan oleh Jaksa Pinangki sebagai pembayaran awal. Anita sendiri secara total akan menerima upah 200 ribu dolar AS bila tugasnya selesai. Jadi istri saya malam minta diantar ke suatu alamat untuk mengambil. Saya anter Apartemen di Essens, di sebelahnya Hospital Brawijaya. Saya tunggu di lobby. Jadi waktu saya ke sana saya tunggu di bawah, Anita ambil legal fee nya. Saya gatau nilai berapa," ucap Wyasa di persidangan. "Setelah itu istri saya balik mukanya murung, moody gitu. Saya sebagai suami kan tahu. Jadi kalau istri saya lagi murung saya nggak berani bertanya kenapa," lanjut Wyasa.

Saat keluar apartemen, Anita menenteng kantong plastik berisi uang tunai 50 ribu dolar AS pecahan 100 dolar sebanyak 5 blok. Masing masing blok senilai 10 ribu dolar AS. Kemudian uang itu diperuntukan Anita untuk membayar gaji operasional firma hukumnya, Anita Kolopaking and Partners. "Fee nya tidak sesuai dengan yang diharapkan. Tidak sesuainya karena kan seharusnya 100 tapi yang diterima hanya 50 ribu," ungkap Wyasa.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *