Polisi Bakal Bubarkan Pusat Perbelanjaan yang dari Membludak Diserbu Warga

Merayakan Lebaran yang tinggal menghitung hari di tengah pandemi virus corona tidak menyurutkan minat warga untuk tetap berbelanja. Di sejumlah daerah seperti Jawa Barat, toko busana muslim dan jajaran distro di Jl Dipatiukur hingga Jl Trunojoyo ramai dengan aktivitas jual beli secara offline. Hal yang sama juga terjadi pada sejumlah mall dan pusat perbelanjaan di Surabaya, Jawa Timur di tengah kebijakan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB).

Bahkan di media sosial tersebar video ‎serta foto yang memperlihatkan keramaian mall mall di Surabaya maupun kota lainnya di Jawa Timur. Lantas bagaimana Polri merespon dan menindak hal tersebut? Kabag Penum Mabes Polri, Kombes Ahmad Ramadhan menjelaskan jika terjadi keramaian di pusat perbelanjaan ataupun mall yang harus bertanggung jawab adalah pengelolanya. "Jika terjadi kerumunan masa di pusat belanja yang bertanggung jawab itu ya pengelola pusat tersebut dengan cara berlakukan protokol pencegahan penyebaran virus corona seperti : jaga jarak, pengecekan suhu tubuh, penyediaan tempat cuci tangan ataupun hand sanitizer," ungkap Ahmad Ramadhan di Bareskrim Polri, Selasa (19/5/‎2020).

Sementara itu, Polisi baru akan pencegahan dan penindakan jika kerumunan warga meluber hingga ke jalan jalan raya. Tindakan yang dapat diambil yakni memerintahkan warga kembali ke rumah masing masing atau memberlakukan upaya lainnya. "Tindakan yang bisa diambil seperti perintahkan masyarakat kembali ke rumah masing masing atau memberlakukan pola antrian sesuai PSBB yakni jaga jarak," tegasnya. Ahmad Ramadhan menambahkan pengamanan yang diberikan Polri dibantu aparat terkait sudah dilakukan di semua daerah utamanya yang menerapkan PSBB.

Dimana masing masing kepala daerah mengeluarkan peraturan dan Polri bersama TNI hingga stakeholder terkait melakukan upaya penegakan aturan.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *