Pujian Otavio Dutra Kepada Marko Simic, Persija Jakarta Miliki Striker Bernaluri Gol Mematikan

Pemain bertahan Persija Jakarta, Otavio Dutra memuji rekan satu timnya Marko Simic yang memiliki naluri gol mematikan ketika berada di depan gawang. Pujian yang dilontarkan oleh bek naturalisasi itu kepada Simic tentu berdasar pengamatannya dan memiliki alasan tersendiri. Menurutnya, Simic sudah layak disejajarkan dengan striker striker berbahaya yang pernah ia hadapi dalam 10 tahun terakhir berkarir di Liga Indonesia.

Sebelum bergabung dengan Macan Kemayoran di musim ini, Dutra tentu sudah beberapa kali berhadapan langsung dengan penyerang asal Kroasia ini sebagai rival. Saat menjadi rival itulah, keduanya berjibaku hingga diakui oleh Dutra bahwa Macan Kemayoran memiliki striker berbahaya dengan naluri mencetak gol yang tinggi. “Walaupun baru tiga tahun berkarir di Indonesia, Simic menjadi salah satu striker berbahaya di Indonesia.

Salah satu kelebihannya ia mampu memanfaatkan peluang di depan gawang dengan baik. Mantan pemain timnas U 21 Kroasia tersebut didatangkan oleh Macan Kemayoran di musim 2018. Pada musim pertamanya berseragam Persija Jakarta, ia mengoleksi 17 gol dari 30 penampilannya di Liga 1 2018.

Meskipun begitu, striker kelahiran 23 Januari 1988 ini membawa Persija merengkuh gelar juara. Kemudian pada tahun keduanya dirinya berhasil menisbatkan menjadi top skor Liga 1 2019 dengan 28 gol dari 32 penampilan. Sedangkan dari 2 pertandingan di Liga 1 2020 dirinya telah mencatatkan 1 gol sebelum kompetisi dihentikan akibat pandemi corona.

Berkaca pada produktivitas itu, Dutra menyebut mantan penyerang Melaka United ini sebagai penyerang yang lengkap. Selain memiliki tendangan yang akurat, striker berjuluk Super Simic ini memiliki keunggulan lain yakni unggul dalam bola bola atas. “Dia sangat kuat saat pegang bola ditambah lagi dia mempunyai tendangan luar bisa. Selain itu keunggulannya lainnya dia memiliki jumping header seperti Cristiano Ronaldo.

Tentunya dengan kemampuan itu semua, ia layak menyandang top skor liga 1 musim lalu,” sambungnya. Di sisi lain, Dutra saat ini memutuskan untuk tidak pulang ke tanah kelahirannya, Brasil. Salah satu alasannya karena dirinya sudah menganggap Indonesia sebagai rumahnya sendiri.

Terlebih saat ini ia juga sudah menyandang status sebagai warga negara Indonesia. Menurutnya, sudah tidak ada alasan untuk meninggalkan Indonesia ketika merebaknya virus corona atau Covid 19 yang semakin meluas. “Ini hampir sama situasinya dengan 2015 saat itu saya pemain asing yang satu satunya masih di Indonesia.

Meskipun saat itu liga berhenti, saat itu saya memutuskan tidak pulang karena saya cinta negara ini,” ungkap Dutra dikutip dari laman klub. “Begitupun saat ini, saya juga tidak memutuskan pulang karena kami senang di sini. Saya tetap tinggal di Jakarta apalagi keluarga saya juga sudah berada di sini bersama saya,” sambungnya.

Meski hanya di rumah, mantan pemain Persipura Jayapura dan Persegres Gresik menegaskan dirinya tidak berdiam diri. Penggawa kelahiran 22 November 1983 itu tetap berlatih sesuai dengan program yang diberikan tim pelatih Macan Kemayoran. “Memang sedang di rumah saja tapi masih tetap berlatih. Saya hampir berlatih setiap hari bersama istri saya.

Mungkin hanya hari Minggu saja saya rehat karena hari itu untuk istirahat juga,” tambahnya. Selain latihan, ada satu aktivitas lain yang dilakukan bek bernomor punggung lima ini yakni menonton film. Film favoritnya yang ia suka tonton adalah La Casa de Papel. “Hobi saya yang lain menonton film. Salah satu film yang saya suka adalah La Casa de Papel atau lebih dikenal dengan Money Heist.

Film itu sangat bagus dan saat kamu menontonnya pastinya kamu akan suka,” tutupnya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *