Sandiaga Uno Kenang Masa Pacaran, Ketemuan di Warung Poci

Sandiaga Uno dan sang istri Nur Asia yang menikah pada 1996 lalu menyimpan banyak cerita saat keduanya berpacaran. Pengusaha sekaligus politikus ini mengaku kala itu kalau ingin bertemu harus diam-diam.

Pasalnya, kedua orangtua sang istri merupakan sosok yang ia takuti. Meski demikian, ia pun tak pantang menyerah untuk mendapatkan hati dari seorang wanita yang ia cintai.

Berikut ulasan selengkapnya.

Orangtua Saling Kenal

Dirangkum dari kanal YouTube Sandiuno TV, Sandiaga Uno membeberkan kronologi awal pertemuan dirinya dengan sang istri. Pada saat itu, sang istri rupanya tinggal di daerah yang cukup dekat dengan rumahnya. Bahkan, orang tua keduanya pun saling mengenal.

“Kenal (kakek) karena satu lingkungan kan, tapi nggak kenal deket karena satu jamaah aja,” kenangnya.

Ketemuan di Depan Masjid

Keduanya pun kerap memutuskan untuk menghabiskan waktu bersama di sebuah warung sederhana di depan masjid tua.

“Kita janjian ketemuannya itu di masjid. Di depan apa, dulu ada warung buat teh poci. Jadi warung tegal gitu jual teh poci. Jadi kita suka ketemu di situ,” paparnya.

Istri Tak Mau Makan di Warung

Kepada publik, pria berusia 51 tahun ini juga mengungkapkan bahwa sang istri kala itu tidak mau untuk makan di warung. Sehingga, keduanya pun memutuskan untuk bertemu di warung teh poci.

“Ya karena kan kamu nggak pernah mau makan di warung dulu,” ungkapnya.

Mertua Galak

Hal ini dilakukannya lantaran menurut Sandi kedua orangtua dari sang istri adalah sosok yang cukup galak. Bahkan, ibu dari perempuan yang akrab disapa Mpok Nur ini jauh lebih galak daripada sang ayah.

“Aku nunggu-nunggu lama. Karena gini, bapaknya itu galaknya setengah mati dan ibunya lebih galak lagi,” jelasnya.

Istri Beri Kode

Sambil sesekali tersenyum mengenang masa pacaran, Sandiaga juga menceritakan bahwa Mpok Nur acap kali perlu memberikan sebuah kode agar dirinya dapat menjemput sang pujaan hati di momen yang tepat dan aman.

“Jadi dulu itu dia selalu kasih tahu gitu, aman, baru tuh ke Mataram, jemput,” paparnya.

Jawaban Istri Kala Ditanya Orangtua

Rupanya, ada alasan di balik keduanya memilih tempat untuk bertemu di warung poci. Sebab, Mpok Nur merasa aman saat ditanya oleh kedua orangtuanya saat itu.

“Jadi kalo ditanyain kamu darimana, aku bilangnya teh poci teh poci depan masjid. Jadi emang masjid itu tuh tua, bener-bener jaman Belanda ya,” ujarnya.

Tempat Bersejarah

Hingga kini, tempat tersebut diakui Sandi dan sang istri menjadi tempat bersejarah bagi keduanya sebelum menjadi sepasang suami istri.

“Ya itu bersejarah banget lah di depan kantornya pak Arie (Untung) ini,” ungkapnya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *