Selain Aset Property Rp 10 Miliar, Lina Zubaedah Ternyata Simpan Kekayaan Melimpah Lainnya Ini

Selain aset senilai Rp 10 miliar berbentuk lahan tanah, villa, rumah kos dengan 32 kamar serta perhiasan, ternyata mendiang Lina Zubaedah mantan istri Sule tinggalkan kekayaan sederet kekayaan melimpah lainnya. Apa saja? Kekayaan ibunda Rizky Febian tersebut rupanya dalam bentuk piutang kepada pihak pihak ketiga yang belum sempat tertagih, nilainya miliaran rupiah. Kelak sederet harta tersebut diwariskan kepada anak anaknya dari Sule, termasuk Rizky Febian dan Putri Delina.

Terbetik kabar bahwa anak Lina Zubaedah dari Teddy Pardiyana disebut tak berhak mendapatkan. Karena harta harta Lina tersebut didapat saat masih berstatus istri Sule. Begitulah. Kematian almarhum Lina Zubaedah nampaknya masih terus menarik perhatian publik.

Bukan hanya masalah penyebab kematiannya, melainkan juga terkait warisan yang ditinggalkan. Pengacara Lina, Abdurrahman, akhirnya membeberkan jumlah aset yang dimiliki kliennya. Hal tersebut terlihat dalam tayangan YouTube

Dalam keterangannya, Abdurrahman mengaku aset pribadi Lina mencapai 10 milyar. "Dalam proses perceraian itu memang almarhum sempat menceritakan tentang beberapa aset yang dia miliki. Yaitu pertama tentang kos kosan yang ada di Telkom University yaitu sekitar 32 kamar.

Kemudian ada aset tanah di Pengalengan yaitu 2 hektar, kemudian juga ada di Banjaran yaitu sawah juga kalau tidak salah ya, itu sekitar 200 tumbak. Kemudian ada aset yang ada di Cikoneng, Ciamis itu juga ada. Kemudian ada rumah di Villa Bandung Indah di Cileunyi, kemudian ada tanah di Cilengkrang, Ujungberung.

Terus tanah juga di Parongpong. Kalau dilihat dari NJOP sekarang 10 sampai 11 milyar," ungkap Abdurrahman. Pengacara Lina juga menyinggung masalah piutang yang sempat klien nya bicarakan kepadanya.

"Nah kemudian almarhum dulu juga sempat menyodorkan beberapa piutang di luar, 1 sampai 2 milyaran lah itu. Karena dokumen itu semua masih di almarhum waktu itu. Posisi sekarang ya barangkali di suaminya yang sekarang.

Kemarin kita sempat komunikasikan, saya rasa suaminya cukup kooperatif," beber Abdurrahman. Abdurrahman menuturkan harta tersebut akan diberikan kepada anak anak Lina. "Kalau harta yang dimiliki almarhum setahu saya itu harta almarhum pribadi ya, ya pasti melekat kepada ahli warisnya yaitu anak anaknya.

Terutama Rizky dan Putri yang sudah dianggap dewasa," lanjutnya. Perihal pembagiannya, Abdurrahman mengaku Putri akan diwarisi rumah dan ruko. "Rumah yang di Panyawangan sama ruko yang ada di Panyawangan itu akan diberikan kepada Putri.

Kalau untuk kos kosan, tanah dan lain lain memang almarhum sempat meminta kepada saya untuk mengurus peralihan kepada Iky," tambahnya. Abdurrahman juga menjelaskan bahwa Bintang, anak Lina dengan Teddy tidak akan menerima harta warisan. "Kalau untuk anak yang sekarang ngga ada (warisan)," pungkasnya.

Lina sendiri meninggal pada Sabtu (4/1/2020) pukul 05.30 WIB. Teddy suami Lina mengaku istrinya meninggal dalam perjalanan menuju rumah sakit Sederet dugaan penyebab kematian Lina Zubaedah mantan istri Entis Sutisna alias Sule, terungkap.

Salah satunya adalah makanan terakhir yang disantap mendiang ibunda itu ternyata susah ditelan, memicu asam lambung dan berujung sesak nafas lantaran hipertensinya jadi kumat. Itu hanya satu dari 7 fakta baru kematian Lina, mantan istri , sempat masuk IGD hingga makanan yang diduga jadi pemicu kematian. Beberapa fakta baru pun terungkap, termasuk makanan terakhir yang dikonsumsi istri sebelum menghembuskan napas terakhir.

Sejumlah fakta baru terkait meninggalnyaLina Jubaedah, mantan istri komedianSuledan ibundaRizky Febian, akhirnya terungkap. Mulai dari kondisi terakhir mendiang sebelum meninggal dunia hingga kisruh pemindahan makam. Menjawab kabar yang simpang siur, berikut beberapa fakta terbaru kematian mendiang Lina yang meninggal 4 Januari 2020:

Pada 21 November 2019, Lina pernah masuk Instalasi Gawat Darurat (IGD) karena asam lambungnya naik. Sempat diberi obat, rupanya Lina masih merasa tak enak badan, sehingga dokter memberikan obat tambahan. Saat itu kondisinya jauh lebih baik.

Pada 11 Desember, Lina mengalami sesak dan dibawa ke Rumah Sakit Santosa untuk menjalani rawat inap selama satu hari. "Dibilang sama, asam lambung juga. Terus yang lainnya sehat, darahnya sempat 220 per diastolik sistolik itu tinggi saja. 220 per 150 kalau enggak salah. Terus paling rendah itu 150 per 110," ujarTedy Pardiyana, suami Lina. Tedy Pardiyana mengungkap makanan yang disantap Lina sebelum meninggal dunia.

Tedy menduga makanan Padang dan beberapa makanan mengandung minyak dan lemak yang sempat dikonsumsinya, menjadi pemicu hipertensi. "Kalau dari hipertensi, itu kan sebelumnya makan nasi padang yah, bukan jelek jelekin itu ya. Dari situ agak susah nelen (menelan), jadi kayak (asam) lambungnya naik ke saluran THT, jadi agak susah nelen dan susah napas," kata Tedy. Pihak Rumah Sakit Al Islam Bandung menyatakan bahwa saat Lina dibawa ke rumah sakit, kondisinya sudah tak bernyawa.

Saat itu, pihak rumah sakit tidak bisa menentukan penyebab kematian karena Lina telah meninggal dunia. "Kemungkinan bisa macam macam. Data di kami riwayat ada hipertensi (tekanan darah tinggi)," ucap dokter Guntur Septapati. Makam almarhumah Lina akhirnya sepakat untuk dipindahkan ke TPU Nagrog, Ujung Berung, Bandung, Jawa Barat.

Pemindahan ini akhirnya, diakui Sule, mantan suami Lina, sebagai keputusan yang membuat tenang keluarga almarhumah. Pemindahan ini juga bisa menghentikan perdebatan terkait lokasi pemakaman untuk Lina yang sempat membuat masing masing pihak bersitegang. "Ini kan dipindahkannya di tempat, di tengah tengah, supaya apa namanya, polemik ini tidak terlalu melebar," kata .

Selain melakukan pemeriksaan terhadap saksi saksi yang mengetahui peristiwa dan melihat langsung kematian Lina, pihak kepolisian yang sudah selesai melakukan otopsi, juga sedang menunggu hasilnya. "Nanti jika ada perkembangan terbaru bisa saja dimintai keterangan kembali. Untuk hasil otopsi belum keluar," kata Kabid Humas Polda Jabar Kombes Saptono Erlangga via ponsel. Meski sudah resmi berpisah, hubungan dengan keluarga mantan istrinya masih baik baik saja.

Hal itu terlihat dari suasana tahlilan yang digelar keluarga Lina. Sule akrab berbincang dengan keluarga mendiang Lina. Kontras dengan hubungan keluarga mendiang Lina dan Tedy, yang diakui oleh Tedy kurang harmonis. Komedian asal Cimahi ini mengaku tak bisa melupakan kebaikan yang sudah diberikan oleh almarhumah semasa hidup.

Kabar Tedy akan melakukan tuntutan balik pada , ternyata hanya isapan jempol. Tedy tidak akan menuntut Rizky karena dia merasa tidak menjadi tertuduh. "Bagaimana pun, amanah Bunda Lina, Rizky Febian itu anak saya juga, dan yang pasti, kondisinya tidak akan mengubah sedikit pun hubungan saya dengan keluarga Sule," kata Tedy.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *