Seniman Indonesia Terpajang di Toko Buku Terbesar di Amerika Karya Lintang

LINTANG Pandu Pratiwi, (27), seniman muda asal Indonesia, berhasil mematahkan persepsi bahwa bisnis offline, apalagi buku, bakal suram. Terbukti, kiprahnya dalam menulis cerita dan menggambarnya, berhasil mendunia. Karya karyanya melanglang buana ke Asia, benua biru, hingga Amerika.

Salah satu karyanya adalah mengilustrasikan karya penulis Deanna K. Klingel berjudul Walker Hound of Park Avenue. Lintang konsisten mengilustrasikan beberapa cerita buku untuk anak anak. Bagi perempuan yangmasuk dalam daftar 72 ikon berprestasi versi UKP Pancasila ini, dunia anak anak sangat menarik dengan segala keajaibannya.

Dunia anak anak membuat Lintang berkarya seimajinatif mungkin, denganpenuh warna. Sejak kecil Lintang sudah hobi menggambar. Ia pun tak pernah berhenti mencintai apa yang sudah disukainya sedari dini. Hingga kini, konsistensinya membuat karyanya terpajang di toko buku terbesar diAmerika Serikat, Barnes & Noble.

"Setiap orang dewasa perlu mempertahankan jiwa kanak kanak dalam dirinya namun membungkusnya menjadi pribadi yang dewasa," imbuh Lintang. Lintang tak berhenti mengembangkam diri. Ia membuat studio bersama timnya yang sudah menghasilkan 70 buku buku ilustrasi. Karyanya sudah tersebar di pasar Amerika dan Eropa, sepertiInggris, Jerman, Skotlandia, Spanyol, bahkan hingga Australia.

"Buku yang saya illustrasikan sendiri itu Dancing Lilly, Walker Hound of Park Avenue, Honey & the Bee, dan Good Night First Lady," kata Lintang. "Saya menulis buku dan mengillustrasi untuk penerbit diIndonesia juga, seperti Kumpulan Dongeng Klasik Indonesia untuk Elex Media Komputindo,"sambungnya. Menurut Lintang, Dunia literasi dan illustrasi di Indonesia sedang berkembang sangat pesat dan bagus sekali.

Seperti di bidang komik misalnya. "Banyak sekali illustrator Indonesia yang punya nama besar di industri komik di Amerika," kata Lintang. Saat ini, bagi Lintang, masyarakat Indonesia semakin sadar bahwa bangsa Indonesia tidak kekurangan kreator berkualitas yang karyanya bagus dan menggelitik, sehingga karyanya mudah diterima oleh masyarakat. Alumnus Desain Komunikasi Visual Universitas Negeri Malang yang pernah masuk 10 besar pemuda inspiratif versi Media Indonesia ini, mengatakan, di era keterbukaan, bukan tidak mungkin untuk menggapai impian dan membangun networking karena batas sekat sekat semakin terbuka.

"Namun persaingan semakin ketat. Anak anak muda harus mempunyai dedikasi dan kemauan kuat untuk dapat menggapai mimpi. Dan menemukan passion juga sangat penting sehingga melakukan pekerjaan bisa dilakukan sebagai hobi," ujar Lintang. Ilustrasi Lintang memiliki ciri khas nusantara. Gaya lukisan vintage dan klasik dengan pilihan warna primer yang cenderung kecoklatan. Masuk dalam International Bestseller di amazon.com dan masuk kejaringan toko Barnes & Noble tak membuatnya berhenti berkarya. Ia masih memiliki cita cita terpendam.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *