Seputar Kekalahan Persebaya: Rahasia Bhayangkara FC Hingga Shin Tae-yong Soroti Kelemahan Pemain

Ternyata memiliki tersendiri sehingga mampu mengalahkan pada Rabu (12/2/2020) kemarin. Bhayangkara FC berhasil menumbangkan Persebaya dengan skol 1 0 dalam laga kedua Grup A Piala Gubernur Jawa Timur 2020. Tim berjuluk The Guardians itu memetik kemenangan atas melalui gol tunggal Dendy Sulistyawan menit ke 71.

Sukses meraih kemenangan, Pelatih , Paul Munster beberkan timnya yang tepat dalam melakukan pergantian pemain. Menurut Paul bergantian yang dia lakukan dengan memasukkan Dendy Sulistyawan sangat tepat terbukti dari permainan yang berubah bermain cepat. Meski timnya dirasa bermain bagus di babak pertama, pergantian pemain menurut Paul justru menambah daya serang yang mengandalkan kecepatan.

Hal itu terbukti pada menit ke 71. Setelah mengecoh beberapa pemain Persebaya, Dendy sukses mencetak gol kemenangan Bhayangkara. “Kita suka hasil ini, kita bermain cukup bagus di babak pertama dan kita buat pergantian di babak pertama, Dzumafo ada Dendy membuat kita punya kecepatan.

Di babak kedua kita bermain bagus, Dendy dapat peluang dan cetak gol. Ini sebenarnya adalah hasil yang sangat bagus,” kata Paul dilansir dari Kompas.com dalam artikel 'Piala Gubernur Jatim 2020, Kunci Bhayangkara Kalahkan Persebaya'. Meski menang, Paul kembali menyoroti kinerja wasit yang menurutnya banyak merugikan timnya. Mantan pelatih timnas Vanuatu tersebut mengkritisi kepemimpinan wasit yang banyak memberi hadiah tendangan bebas dan penalti bagi Persebaya.

Namun, Paul respek terhadap para pemainnya yang tetap fight dan tidak terprovokasi kepemimpinan wasit yang menurutnya berat sebelah. “Kita lakukan lima pergantian semua kita pakai dan hasilnya bagus untuk kita. Cuma yang disayangkan, wasit terus memberi tendangan bebas dan penalti untuk lawan.

Wasit berat sebelah dan itu wajar kita melawan 12 pemain di lapangan," katanya. "Meski begitu saya bangga pada pemain karena tetap fight di lapangan. Semua pemain yang masuk tadi, semua bermain bagus,” ucapnya. Di sisi lain,pelatih Timnas Shin Tae Yong mendapat kesimpulan baru setelah melihat pertandinganBhayangkara FC Vs Persebaya itu.

Di luar teknis dan hasil pertandingan, Shin Tae Yong mengaku sangat terkesan dengan fanatisme Bonek yang ikut sore tadi hadir di SGB. Hal sama juga ia temui di laga yang ia saksikan sebelumnya, laga Bali United vs Than Quang Ninh, tim asal Vietnam di Stadion Kapten I Wayan Dipta, Bali, Selasa (11/2/2020). "Suporter sangat fanatik, superter Bali dan Persebaya sama sama fanatik," terang Shin Tae Yong usai laga.

Sementara itu, tentang permainan kedua tim, pelatih asal Korea Selatan itu akui merasa puas. Meski tim tim menghadapi jadwal padat, juga bermain di tengah terik matahari, daya juang tetap tinggi. "Cuaca panas, tapi saya lihat pemain sangat kerja keras, sangat puas dengan permainan dua tim," kata pelatih 50 tahun itu.

Namun, Shin Tae Yong menilai faktor utama yang menjadi kelemahan pesepakbola Indonesia secara umum adalah sisi fisik. Untuk, ia tegaskan bahwa pihaknya sudah menyiapkan program agar penguatan fisik bagi pemain pemain timnas. "Masalah utama fisik pemain. Kalau pemain sudah punya fisik baik, mental pasti kuat. Saya akan membuat pemain punya fisik agar main 90 kuat, supaya bisa bersaing di Asia," pungkas Shin Tae Yong.

Kekalahan 0 1 pada laga kedua Grup A Piala Gubernur Jawa Timur 2020, dianggap Aji Santoso hal wajar. Aji Santoso merasa hanya kurang beruntung saat laga di Stadion Gelora Bangkalan itu. Berikut 5 fakta kekalahan :

Menurut Aji Santoso, sepanjang laga, timnya lebih banyak menguasai permainan dan banyak mendapat peluang, termasuk penalti yang gagal dieksekusi dengana baik oleh Makan Konate. “Sebenernya pertandingan berjalan menarik dari babak pertama hingga babak kedua, terbukti kami juga banyak peluang, ada kena tiang, penaltipun miss,” terang Aji usai laga. “Secara keseluruhan tidak ada masalah cara bermain pemain, hanya di pertandingan tadi dewi fortuna tidak berpihak padaPersebaya,” tambah pelatih 49 tahun tersebut.

Atas kekalahan ini, peluangPersebayamelaju ke babak semifinal makin menipis dengan hanya berbekal tiga poin, apalagi di laga terakhir Bajul Ijo harus menghadapi Madura United (14/2/2020). Tak hanya memperberat langkahPersebayamelaju ke final. Kekalahan ini sekaligus menodai rekor Aji Santoso bersamaPersebaya11 laga dalam ajang resmi belum terkalahkan. Tentang terhentinya rekor tersebut, Aji menyebut sebagai hal wajar, apalagi ini bukan pertandingan resmi.

“Saya kira wajar (kalah), selama saya diPersebayabaru kali ini kalah, masak mau menang terus. Yang terpenting adalah ini masih pra musim, bukan kompetisi sebenarnya,” pungkas Aji Santoso. Hal sama juga disampaikan oleh kaptenPersebaya, Rachmat Irianto. “Semua pemain sudah berjuang secara maksimal, apa yang coach Aji inginkan sudah kami terapkan, kami kurang beruntung saja,” ucap pemain yang akrab dipanggil Rian itu.

Persebaya tampil dengan formasi tidak seperti biasanya saat kalah 1 0 dari , laga kedua grub A Piala Gubernur Jatim di Stadion Gelora Bangkalan, Rabu (12/2/2020) sore. Pada laga ini, Persebaya menampilkan dua striker secara bersamaan, David da Silva dan Patrich Wanggai, sekaligus mengalami ubahan dari formasi biasanya. Sementara di disisi gelandang, ia memainkan empat pemain sekaligus, M Hidayat, Alwi Slamat, Aryn Williams, dan Makan Konate.

Disampaikan pelatih Persebaya, Aji Santoso, ubahan formasi yang dilakukan karena didesak keadaan karena sejumlah pemainnya sakit. “Memang tadi komposisi agak sedikit darurat. Tiba tiba si Irfan (Jaya) kondisinya sakit, Ricky Kambuaya juga sakit,” terang Aji Santoso usai laga. “Sebenarnya saya mau tetap pakai formasi 4 2 3 1, tapi dalam kondisi darurat, yasudah saya coba gunakan dua striker sekalian Patrick dan David,” tambah pelatih berlisensi AFC Pro tersebut.

Padahal, tambah Aji, Irfan Jaya termasuk pemain yang sengaja ia simpan, sudah tidak dimainkan laga sebelumnya saat hadapi Persik Kediri (10/2/2020). Meskipun, pada laga ini Irfan Jaya akhirnya dimainkan, masuk menit 75 menggantikan M Hidayat. “Makanya tidak saya turunkan sejak awal, seharunya Irfan itu saya simpen lawan Kediri saya siapkan lawan Bhayangkara, tapi dia sakit,” terang pelatih 49 tahun itu.

Enggan menyalahkan keadaan, pelajaran yang didapat Aji pada laga ini adalah harus terus berlatih agar bisa gunakan dua striker dengan baik. “Pelajarannya, kalau kami menggunakan dua striker, perlu terus dilatih lagi,” pungkas Aji Santoso. Pelatih Persebaya Aji Santoso enggan menyebut gagalnya eksekusi penalti Makan Konate sebagai biang kekalahan Persebaya 1 0 dari .

Mimpin Persebaya untuk kembali mengandaskan gagal setelah Green Force dipencundangi gol tunggal Dendy Sulistyawa pada laga kedua grub A Piala Gubernur Jatim di Stadion Gelora Bangkalan, Rabu (12/2/2020) sore. Semenit sebelumnya, gelandang Bajul Ijo Makan Konate gagal mengeksekusi penalti karena bolanya melambung di atas gawang . Aji tidak menampik bahwa setelah gagalnya eksekusi penalti tersebut memang ada sedikit pengaruh terhadap mental bertanding pemainnya.

“Pasti sedikit ada (pengaruh mental), tapi bukan alasan gagal penalti menjadikan kami kemasukan karena mental pemain menurun,” terang Aji Santoso usai laga. Sebaliknya, secara permainan pelatih asal Kaupaten Malang itu menegaskan bahwa penggawa Bajul Ijo bermain dengan sangat baik sepanjang laga. Faktor keberuntungan yang ditengarai Aji tidak berpihak pada skuatnya, karena sepanjang laga mendapat banyak peluang.

“Anak anak main bagus sekali, kami banyak mendapat peluang, hanya tidak ada gol saja. Kami kurang beruntung,” pungkas Aji Santoso. Atas kekalahan ini, peluang Persebaya melaju ke babak semifinal makin menipis, apalagi di laga terakhir Bajul Ijo harus menghadapi tim kuat lain, Madura United (14/2/2020). Klasemen grup A Piala Gubernur Jatim 2020 :

1. 4 (poin) 2. 3 (poin) 3. Madura United 1 (poin)

4. Persik Kediri 0 (poin)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *