Setelah Field Trip ke Daerah Terpapar Corona, Siswa Sekolah di Jambi Lakukan Pemeriksaan Kesehatan

Hasil screeaning dan tes kesehatan 64 siswa sekolah di Kota Jambi yang baru tiba di Jambi setelah melakukan perjalanan field trip di beberapa kota terdampak virus corona, tidak semuanya lolos. Pemeriksaan itu menunjukkan ada satu orang siswa mengalami suhu tubuh di atas normal. Juru Bicara Tim Penanganan Virus Corona Provinsi Jambi, Johansyah, mengatakan rombongan siswa sekolah di Kota Jambi tiba di kantor Bapelkes Pijoan pada Jumat (20/3/2020) pukul 07.00 WIB.

Turun dari bus, para siswa, guru pendamping maupun pihak travel dan sopir langsung disemprot menggunakan cairan disinsfektan. Merapamenjalani pemeriksaan suhu tubuh menggunakan alat pengukur dari dinas kesehatan, yang petugasnya hadir di lokasi. "Hasil pemeriksaan, suhu tubuh mereka rata rata diangka 35 36 derajat celsius. Hanya ada satu siswa yang 37 koma sekian derajat. Namun tidak menunjukkan gejala corona," ungkap Johansyah.

Lanjut Johan, para siswa kemudian diserahkan kepada orang tuanya masing masing. Diharapkan mereka menjalani isolasi secara mandiri di rumah masing masing. "Tadi orang tuanya kita undang lebih awal datang ke lokasi, dan kita sosialisasikan protap isolasi mandiri," ujarnya.

Selain itu, mereka juga tetap dipantau puskesmas di lingkungan mereka, untuk perkembanganya hingga 14 hari ke depan. Total 23 orang di Jambi dalam pemantauan Dari jumlah tersebut, 10 orang berada di Kabupaten Merangin.

Kemudian 13 orang lainnya di Kabupten Tebo. Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Merangin, Abdaei, mengatakan orang orang yang dipantau tersebut karena mereka baru pulang dari daerah yang terpapar virus corona. "Sekarang kita lagi data. Sekitar 10 orang," kata Abdaei kemarin.

Dari 10 ODP tersebut tersebut satu di antaranya sudah dilakukan screening, hasilnya tidak ada keluhan apapun. Di luar itu, kini RSUD Kolonel Abunjani Bangko juga tengah merawat seorang anak berusia 23 bulan di ruang isolasi. Direktur RSUD Kolonel Abunjani Bangko, Berman Saragih, menjelaskan anak tersebut tidak ada kaitannya dengan virus corona.

"Hasil pemeriksaan, anak itu hanya ada bakteri saja, bukan corona," katanya. Adapun penempatan anak itu di ruang isolasi, lantaran orangtuanya khawatir sebab anak tersebut pernah kontak langsung dari kakeknya yang baru saja pulang dari luar negeri. "Pulangnya sudah lama. Tapi khawatir saja," imbuhnya.

Adapun di Tebo, selain ada ODP terdapat dua orang warga Tebo berstatus pasien dalam pemantauan (PDP). Kini, keduanya dirawat di RSUD Sultan Thaha Saifuddin Tebo. Kepala Dinas Kesehatan Tebo, Riana Elizabeth, menyampaikan keduanya merupakan ibu dan anak diduga suspect corona.

Ibu dan anak itu suspect lantaran melakukan perjalanan dari daerah yang terjangkit virus corona. "Pasien akan dirujuk ke RSUD H Hanafie Muara Bungo sebagai rumah sakit rujukan," tuturnya. "Sejauh ini kondisinya stabil, cuma kita tetap merujuk ke rumah sakit rujukan," kata Riana.

Selain dua orang itu, Riana menyampaikan saat ini di Tebo ada 13 orang dalam pemantauan (ODP). Mereka baru pulang dari ibadah umrah juga dari Dubai dan wilayah yang terpapar corona. "Puskesmas melakukan pemantauan kepada mereka, alhamdulillah sampai sekarang kondisi mereka baik, dan sehat," jelasnya.

Ia mengimbau masyarakat berperilaku hidup sehat, minimal harus rajin cuci tangan menggunakan sabun, banyak minum air putih, makan buah dan sayur. Ia menekankan agar masyarakat membatasi aktivitas di luar ruangan apabila tidak akan keperluan yang mendesak. Pemerintah Provinsi Jambi menambah rumah sakit rujukan untuk menangani corona virus (covid 19).

Kepala Biro Humas dan Protokol Sekretariat Daerah Provinsi Jambi, Johansyah, meyampaikan berdasarkan SK Gubernur Jambi Nomor 292/KEP.GUB/DISKES 4.2/2020, ditetapkan lima rumah sakit rujukan penanganan Corona Virus Disease (Covid 19) Kategori PDP (Pasien Dalam Pengawasan). "Dari keputusan itu ditetapkan lima rumah sakit rujukan penanganan Corona Virus Disease (Covid 19) Kategori PDP," katanya, Rabu (19/3/2020). Rumah sakit rujukan itu, di antaranya:

RSUD Abdul Manap Kota Jambi RSUD Daud Arif Kuala Tungkal RSUD Hanafie Bungo

RSUD Hamba Batanghari RSUD H A Thalib Kerinci. Sebelumnya, berdasarkan PMK Nomor: HK.01.07/Menkes/169/2020 tentang Penetapan Rumah Sakit Rujukan Penanggulangan Penyakit Infeksi Emergi, ada 132 rumah sakit rujukan di Indonesia.

"Termasuk di antaranya Rumah Sakit Umum Daerah Raden Mattaher,” imbuhnya. Dengan penetapan lima rumah sakit di Provinsi Jambi sebagai rujukan penanganan Covid 19 kategori PDP, ujar Johansyah, Dinas Kesehatan Provinsi Jambi akan mengadakan pelatihan petugas terhadap kelima rumah sakit tersebut. Selain itu, akan diselenggarakan workshop (lokakarya) untuk seluruh rumah sakit di Provinsi Jambi.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *