Tahanan AS Endus Masker Bekas & Minum dari Cangkir yang Sama Agar Terinfeksi Corona Ingin Bebas

Sebuah video yang dirilis lembaga pemasyarakatan Los Angeles menunjukkan perilaku tidak lazim yang dilakukan puluhan narapidana. Dalam video CCTV di dalam penjara itu, terlihat sekelompok napi berkerumun tanpa mengindahkan jarak sosial. Dikutip dari , mereka juga mengoper sebuah masker bekas dan mengendusnya.

Selain itu, mereka juga mengoper satu cangkir untuk diminum bersama sama. Aksi yang aneh ini didapati petugas penjara di North County Correctional Facility di Castaic, Los Angeles, California, Amerika Serikat. Departemen Sheriff Los Angeles County pada Senin lalu mengonfirmasi maksud para narapidana tersebut.

Sheriff Alex Villanueva menilai aksi ini dilakukan karena para tahanan itu ingin bebas. Sehingga mereka mengira terinfeksi Corona akan melancarkan rencana tersebut. Dia sebelumnya menjelaskan, aksi oper masker itu berawal dari salah seorang yang mengenakan masker yang sudah usang lalu yang lain bergantian mengenakannya.

Villanueva mengatakan, sekelompok narapidana lainnya sekitar 20 orang juga terlihat berbagi cangkir dan botol. Padahal sebenarnya mereka memiliki peralatan minum sendiri sendiri dan tidak pernah melakukan hal tersebut. Mereka juga menenggak air panas sesaat sebelum seorang perawat mengukur suhu tubuh mereka.

Sheriff menilai aksi ini dilakukan agar para napi dianggap demam. Villanueva mengatakan rekaman berisi perilaku tidak lazim itu ditemukan setelah petugasnya curiga lonjakan infeksi yang sangat tinggi di penjara. "Sebagai akibat langsung dari perilaku yang terlihat dalam video, 21 pria dinyatakan positif Covid 19 dalam seminggu," kata sheriff.

Villanueva menilai niat tahanan ini jelas ingin bebas karena perilaku semacam ini tidak pernah dilakukan mereka sebelumnya. "Sangat menyedihkan untuk berpikir bahwa seseorang akan dengan sengaja mencoba mengekspos diri mereka pada Covid 19," kata Villanueva. "Yah, ada alasan mengapa orang orang ini di balik jeruji, karena mereka melanggar norma norma masyarakat," katanya.

Sheriff juga menyalahkan keyakinan para napi bahwa mereka akan dibebaskan bila terinfeksi Covid 19. "Entah bagaimana, ada beberapa kepercayaan keliru di antara narapidana bahwa jika mereka dites positif, ada cara untuk memaksa tangan kami dan entah bagaimana melepaskan lebih banyak tahanan dari lingkungan penjara kami." "Itu tidak akan terjadi," tegasnya.

Sebelumnya, lebih dari 5.000 tahanan di Los Angeles County dibebaskan. Hal tersebut dilakukan untuk mencegah penularan Covid 19 yang meluas. Namun, 357 napi telah dinyatakan positif di daerah tersebut.

California merupakan negara bagian AS kelima yang memiliki angka infeksi tertinggi. Hingga Rabu (13/5/2020), jumlah infeksinya mencapai 70.938. Sementara korban jiwa di sana sebanyak 2.876 dan yang pulih sebanyak 56.374.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *