Tahun 2017 Nus Kei Pernah Ancam Ingin Membunuh Saya Anak Buah John Kei

Seorang anak buah John Kei yang terlibat dalam kasus penyerangandi Perumahan Green Lake City, Tangerang, menyerahkan diri. Hal ini menambah daftar anak buah John Kei telah diamankan Polda Metro Jaya akibat penyerangan tersebut. Arsyad, satu dari anak buah JohnKei yang menyerahkan diri mengaku, harus berani bertanggungjawab atas perbuatannya.

"Berani berbuat berarti saya harus berani bertanggungjawab," ucap MArsyad. Sebelum menyerahkan diri ke polisi, MArsyad menceritakan pengakuannya terkait penyerangan di rumah NusKei. Dilansir dari kanal YouTube Talkshow Tv One pada Selasa (30/6), MArsyad menjelaskan, mulanya ia bersama anak buah JohnKei lainnya mendatangi rumah NusKei dengan tiga mobil.

"Saat itu jam 12 ada tiga mobil masuk ke perumahan, saya berada di mobil putih," ucap MArsyad. Lebih lanjut, M Arsyad memaparkan, kedatangannya itu hanya untuk menyaksikan penyerangan di rumah Nus Kei. "Saya juga mau masuk ke rumah NusKei karena sebelumnya dia pernah masuk ke rumah saya saat JohnKei masih di penjara. Saat itu dia membawa pasukan 3 mobil."

"Itu terjadi sekitar 2017 lalu, dia mengancam untuk membunuh saya. Dia mencari keberadaan saya kepada istri, istri bilang sudah keluar rumah," beber MArsyad. Arsyad mengaku, ketika itu sang istri mendapatkan ancaman dari anak buah Nus Kei dengan menggunakan golok. "Mereka bilang kalau tak ketemu saya maka satu dari kita harus mati, kata istri saya begitu," imbuh MArsyad.

Dengan adanya peristiwa buruk 2017 lalu itu membuat MArsyad ingin menyambangi rumah NusKei. "Saya niat ingin masuk ke rumahnya agar dia ingat kalau saya juga pernah masuk," beber M Arsyad. Meski demikian, MArsyad menyatakan tak pernah melakukan perusakan apapun terhadap aset NusKei.

"Saya hanya pernah melempar plastik berisi bensin, tadinya niat mau bakar mobil yang pernah ke rumah saya," aku M Arsyad. Namun, niat itu itu diurungkan MArsyad karena peduli dengan keberadaan tetangga sekitar NusKei. "Saya lempar ke mobil tetapi gak jadi dibakar karena saya pikir tetangga bisa terkena," papar M Arsyad.

Kepala Bidang Humas Polda Metro Jaya Kombes Yusri Yunus mengatakan, kelompok JohnKei sempat berencana membakar rumah NusKei di Perumahan GreenLakeCity, Cipondoh, Kota Tangerang pada Minggu (21/6/2020). Rencana pembakaran tersebut terungkap setelah polisi menangkap tersangka FGU di Kampung Simpang, Cibodas, Cianjur, Jawa Barat. "Rupanya di dalam mobil itu sudah disiapkan plastik isi bensin, ada upaya untuk membakar rumah daripada milik NS pada saat itu. Setelah dilakukan pengrusakan akan dibakar," kata Yusri dalam konferensi pers yang disiarkan melalui Youtube Polda Metro Jaya, Jumat (26/6/2020).

Bensin tersebut disiapkan oleh anak buah JohnKei yang masih berstatus buron. Meskipun demikian, rencana pembakaran rumah NusKei itu pun gagal. Anak buah JohnKei hanya merusak rumah NusKei, menabrak gerbang perumahan hingga menyebabkan seorang sekuriti terluka, dan melepaskan tujuh kali tembakan yang menyebabkan satu pengemudi ojek online mengalami luka tembak pada bagian kaki. "Dia (FGU) sempat melempar ke dalam tapi dia enggak sempat membakar," ungkap Yusri.

Selain menyerang rumah NusKei, enam anak buah JohnKei juga menyerang kawasan Duri Kosambi, Cengkareng, Jakarta Barat hingga menyebabkan anak buah NusKei berinisial YCR alias ER meninggal dunia dan satu orang lainnya mengalami luka bacok. Adapun, penyerangan tersebut dilatarbelakangi persoalan uang hasil jual tanah antara JohnKei dan pamannya, NusKei. Polisi telah menangkap JohnKei dan 34 anak buahnya terkait aksi penyerangan tersebut. Sementara itu, tujuh anak buah JohnKei lainnya masih berstatus buron.

Kepala Bidang Humas Polda Metro Jaya Kombes Yusri Yunus mengatakan, JohnKei menyebar anak buahnya ke tiga lokasi untuk mencari keberadaan NusKei. Pertama, anak buah JohnKei ditempatkan di sebuah lokasi yang tak dirinci oleh polisi untuk mengawasi penyerangan oleh anak buah lainnya. "Di klaster lain, (anak buah) ditugaskan memantau dan patroli," kata Yusri di Polda Metro Jaya, Jakarta Selatan, Rabu (24/6/2020).

Kedua, JohnKei menerjunkan enam orang anak buahnya ke wilayah Kosambi, Cengkareng, Jakarta Barat pada Minggu (21/6/2020) siang. Di sana, anak buah JohnKei melakukan penyerangan dan penganiayaan hingga menyebabkan satu anak buah NusKei berinisial ER tewas dan satu warga lainnya terluka. "Di Kosambi menyebabkan dua korban yakni satu orang meninggal dunia dan satu orang luka berat dengan jari tangan putus," ujar Yusri.

Selain itu, JohnKei juga menyebar 25 anak buahnya untuk menyerang rumah NusKei di Perumahan GreenLakeCity, Cipondoh, Kota Tangerang. "Saat itu mencari NusKei tetapi tak ditemukan di TKP (Perumahan GreenLakeCity)," ujar Yusri. Saat menyerang Perumahan GreenLakeCity, anak buah JohnKei tak segan melepaskan tujuh kali tembakan, merusak gerbang perumahan, dan mengacak acak rumah NusKei.

Akibatnya, satu orang sekuriti perumahan mengalami luka karena ditabrak anak buah JohnKei dan satu pengendara ojek online tertembak di bagian kaki. Polisi kemudian menangkap JohnKei dan 29 anak buahnya di markas mereka di Jalan Tytyan Indah Utama X, Bekasi, Jawa Barat pada Minggu sekitar pukul 20.15 WIB. Polisi menyita sejumlah barang bukti di markas kelompok JohnKei di antaranya 28 buah tombak, 24 buah senjata tajam, 2 buah ketapel panah, 3 buah anak panah, 2 buah stik bisbol, dan 17 buah ponsel.

Kini, JohnKei dan 29 anak buahnya telah ditetapkan sebagai tersangka kasus penyerangan, penganiayaan, dan pembunuhan berencana. Mereka dijerat Undang Undang Darurat Nomor 12 Tahun 1951, Pasal 340 KUHP tentang Pembunuhan Berencana, Pasal 169 KUHP, Pasal 170 KUHP, dan Pasal 351 KUHP dengan ancaman hukuman mati.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *