Tak Pasti Penusuk Syekh Ali Jaber Lancar Jawab saat Diperiksa Dokter Ungkap Kemungkinan Manipulasi

Dokter Rumah Sakit Jiwa Pesawaran Lampung, dr Tendry Septa, memberikan keterangan terkait penanganan pelaku penusukan yang berinisial AA (24). Diketahui AA menjadi tersangka penusukan Syekh Ali Jaber yang tengah memberikan dakwah di Masjid Falahudin, Jalan Tamin, Kecamatan Tanjung Karang Barat, Bandar Lampung. Pihak keluarga lalu mengklaim tindakan AA dipengaruhi kondisi mentalnya.

Dokter Tendry menjelaskan keterangan pihak keluarga itu masih perlu dicek kebenarannya, mengingat AA terlihat lancar menjawab pemeriksaan polisi. "Seperti yang disampaikan Pak Kapolda, proses pikirnya masih bisa dipahami. Sehingga kalau orang yang tidak memahami, diasumsikan biasa biasa saja," papar dr Tendry. "Jadi perlu kita nilai dari berbagai aspek. Pikiran itu sendiri bukan hanya prosesnya yang kita nilai," tambahnya.

"Ada isi pikirnya, ada arus pikirnya, dan lain lain," lanjut dia. Ia mengaku belum dapat mendiagnosis apapun pada tersangka penikaman tersebut. "Jadi kita tidak bisa pasti dia gangguan jiwa atau tidak. Besok harus kita observasi, termasuk konsistensi jawaban," tegasnya.

Selain itu, ia menjelaskan harus melihat rekam medik dari tersangka. Pasalnya klaim gangguan jiwa itu hanya datang secara sepihak dari keluarga tersangka. Dokter Tendry menjelaskan observasi juga harus dilakukan secara jangka panjang, mengingat AA sempat dihakimi massa setelah kejadian.

Ia menduga jawaban yang muncul dari AA saat diperiksa adalah akibat berada di bawah tekanan. "Kita harus berpikir, harus ada istirahat supaya kita melihat gangguannya itu memang benar benar gangguan, bukan karena kelelahan," kata dr Tendry. Dalam tayangan yang sama, sebelumnya ia menjelaskan pihak dokter akan memberikan visum et repertum psikiatrikum sebagai satu dari alat bukti.

Ia menyebutkan visum tersebut perlu mengingat ada kemungkinan manipulasi terkait kondisi kejiwaan AA. "Kalau Peraturan Menteri Kesehatan itu disebutkan sekitar 1 sampai 14 hari yang harus kita lakukan penilaian, pengukuran, analisis, observasi apakah yang bersangkutan ini konsisten atau tidak," terang dr Tendry. "Ada juga yang namanya malingering , namanya memanipulasi. Jadi kita tetap memintakan pembuatan visum ke kitanya," tambahnya.

AA nantinya akan diobservasi di rumah sakit jiwa untuk diketahui kondisi mentalnya. Kapolda Lampung Irjen Pol Purwadi Arianto memberikan keterangan terkait tragedi penusukan Syekh Ali Jaber. Saat sedang menyampaikan dakwah, tiba tiba seorang pria tak dikenal berlari ke arah panggung dan menusuk Syekh Ali di lengan.

Diketahui kemudian pria tersebut berinisial AA (24) dan tinggal tidak jauh dari masjid tempat kejadian perkara (TKP). Purwadi mengungkapkan pihak keluarga mengklaim AA memiliki gangguan mental. Ia menjelaskan pihak polisi belum dapat mengonfirmasi klaim pihak keluarga tersebut karena masih dalam pemeriksaan penyidik.

"Pada yang bersangkutan akan terus dilakukan pemeriksaan, pendalaman kepada dokter yang berkepentingan, yakni psikiatri, baik dari rumah sakit jiwa yang ada di Lampung maupun yang ada di kepolisian," jelas Purwadi. AA yang tinggal tidak jauh dari TKP terlihat sudah membawa pisau saat menghampiri korban. Purwadi mengungkapkan hasil pemeriksaan terhadap pelaku terkait alat bukti tersebut.

"Pemeriksaan yang bersangkutan, dia membawa (pisau) dari rumah," ungkap Purwadi. Mengenai kondisi kejiwaan AA sendiri, masih perlu diobervasi oleh dokter jiwa. Dalam tayangan yang sama, Purwadi menekankan insiden ini tidak akan memengaruhi perizinan terhadap kegiatan dakwah.

"Hal hal lain yang menyangkut kegiatan ini adalah pemerintah menjamin kebebasan para ulama untuk berdakwah," tegasnya. Meskipun begitu, ia meminta penyelenggara acara dakwah tetap memperhatikan protokol kesehatan untuk mencegah Covid 19. Purwadi menambahkan, protokol kesehatan pada acara di Masjid Falahudin itu sudah cukup memadai.

"Tapi protokol kesehatan yang dilakukan panitia sudah cukup baik. Sudah berjalan bagus, tidak ada masalah," terang Purwadi. Sementara penyidikan dilakukan, Purwadi berharap pihak korban juga melapor. Ia berharap insiden penusukan ini tidak memengaruhi kegiatan dakwah lainnya.

"Mudah mudahan yang bersangkutan membuat laporan," singgung Purwadi. "Dengan kejadian ini kita tingkatkan pengamanan terbuka dan tertutup. Semoga penyerangan ini tidak berlanjut," tambahnya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *