Unnes Nonaktifkan Seorang Dosen karena Diduga Hina Presiden Jokowi

Universitas Negeri Semarang (Unnes) menonaktifkan seorang dosen berinisial SP, karena diduga melakukan ujaran kebencian terhadap Presiden Joko Widodo melalui media sosial Facebook. Rektor Unnes Fathur Rohkman mengatakan, kasus dugaan penghinaan terhadap kepala negara itu sudah terjadi cukup lama. "Kejadiannya saat masa Pemilihan Presiden 2019," ujar Fathur di Semarang, Jumat (14/2/2020).

Dosen Fakultas Bahas dan Seni berinisial SP itu mengunggah beberapa konten di akun Facebook miliknya yang diduga berisi ujaran kebencian. SP kemudian diperiksa oleh tim siber Unnes hingga akhirnya turun surat berkaitan dengan pembinaan aparatur. "Pembinaan berupa menonaktifkan dari tugas Tri Dharma Perguruan Tinggi. Meski demikian status kepegawaiannya masih," katanya.

Pembebasan tugas yang mulai berlaku 12 Februari 2020 itu bertujuan untuk memperlancar proses pemeriksaan terhadap SP hingga ada keputusan tetap. Fathur menegaskan, Unnes akan bersikap tegas terhadap tenaga pendidik yang diduga memiliki ideologi merusak yang dikhawatirkan berdampak pada mahasiswa.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *