97.286 Pasien Positif 4.714 Meninggal 55.354 Sembuh Update Corona Indonesia 25 Juli

Jumlah kasus konfirmasi positif Corona (Covid 19) di Indonesia masih bertambah. Berikutupdate data terkait penangananCovid 19 di Indonesia. Dilansir dari laman , jumlah kasus konfirmasi positif Covid 19 di Indonesia bertambah1.868 kasus perSabtu (25/7/2020).

Kini, total kasus Covid 19 di Indonesia mencapai 97.286 kasus. Di hari sebelumnya,Jumat (24/7/2020),total kasus positif Covid 19 di Indonesia berjumlah 95.418. Sementara itu, pasien Covid 19 yang meninggal dunia juga mengalami peningkatan, yaitu sebanyak 49 kasus.

Total kasus kematian akibat Covid 19 kini telah mencapai4.714 kasus. Sebelumnya, total kasus kematian berjumlah 4.665 orang. Kabar baiknya, sebanyak 1.409 pasien Covid 19 telah dinyatakan sembuh.

Sehingga,total pasien positif Covid 19 yang sembuhkini berjumlah55.354orang. Sebelumnya, total pasien sembuh tercatat53.945 orang. Sebelumnya, dr Reisa Broto Asmoro menyampaikan terdapat 6 cara untuk mencegah risiko penularan Covid 19 melalui udara di ruang tertutup.

Reisa menjelaskan, berdasarkanpernyataan resmiWHO pada 9 Juli 2020, diterangkan bahwa transmisi atau penularan Virus Coronaterjadi terutama melalui percikan atau buliran air liur atau droplet. Baik secara langsung, tidak langsung, ataupun kontak dekat. Sementara, transmisimelalui udara juga dapat terjadi padatindakanyang menghasilkanaerosol.

"Transmisi lewat udara dapat terjadi pada prosedur yang menimbulkan aerosol, seperti difasilitas kesehatan,yakni melalui bronkoskopi, intubasi trakea, pemberian tekanan pada dada saat resustasi jantung, dan kegiatan serupa lainnya," terang Reisa dalam konferensi pers yang ditayangkan langsung melalui kanal YouTube BNPB, Selasa (14/7/2020) sore. Selain itu, Reisa menambahkan, Covid 19 juga dapat menular di udara melalui percikan air liur atau droplet yang dikeluarkan ketika seseorang batuk, bersin, berbicara, atau bahkan bernyanyi. Reisa pun menyampaikan, WHO mendefinisikan penularan Covid 19 melalui udara sebagai penyebaran agen penular yang disebabkan oleh penyebaran aerosol yang melayang di udara dalam jarak dan waktu yang lama.

"Teori menunjukkan bahwa sejumlah droplet pernapasan dapat menghasilkan aerosol. Aerosol sendiri adalah tetesan pernapasan yang sangat kecil sehingga dapat melayang di udara," jelas Reisa. Reisa pun menjelaskan, aerosol memiliki ukuran yang lebih kecil dari droplet. "Droplet adalah buliran dengan ukuran partikel lebih dari 5 mikrometer, sedangkan aerosol ukurannya lebih kecil lagi, yakni kurang dari 5 mikrometer, dan airbone adalah penularan via aerosol dalam jarak jauh," terangnya.

Lebih lanjut, Reisa menyampaikan 6 cara mengantisipasi peredaran udara di ruang tertutup ber AC untuk mengurangi risiko penularan Covid 19. Reisa mengatakan, ventilasi atau sirkulasi udara dalam ruangan harus diperhatikan. "Pastikan ruang kerja atau tempat kita beraktivitas memiliki sirkulasi udara yang baik dan mendapatkan sinar matahari," lanjut Reisa.

Reisa berpesan, untuk menghindari penularan Covid 19 maka setiap orang harus mencuci tangan dan menggunakan handsanitizer apabila terlanjur memegang permukaan benda yang digunakan bersama. Selain itu, Reisa pun mengingatkan supaya tidak menyentuh mata, hidung, dan mulut dengan tangan yang terkontaminasi. "Ingat, mata pun mempunyai saluran yang langsung menuju saluran pernapasan."

"Artinya mata bisa mejadi jalur masuknya Virus Sars Cov 2 penyebab Covid 19 ini," kata Reisa. Cara keenam ini merupakan tips tambahan dari dr Reisa. Menurut Reisa, disiplin menggunakan masker di luar rumah dapat mengurangi risiko tertular Covid 19.

"Tips tambahan dari saya adalah harus disiplin menggunakan masker saat berada di luar rumah," ujarnya. Namun, Reisa menegaskan, masyarakat harus menggunakan masker secara benar. Dalam memakai masker, Reisameminta masyarakat untuk memastikan hal berikut:

1. Pastikan tidak memegang bagian luar masker 2. Pastikan hanya memegang tali saat mencopot masker 3. Tidakmenurunkan maskerke dagu

4. Ganti masker setiap 4 jam sekali atau apabila basah dan lembab. Reisa menjelaskan, mengganti masker secara berkala sangat penting untuk diperhatikan. Pasalnya, masker yang tidak diganti dapat menimbulkan infeksi dari kuman yang menempeldi masker.

"Maka semua orang wajib memakai masker meskipun tidak memiliki gejala penyakit atau merasa sehat," kata Reisa. Reisa menambahkan, penggunaan air purifier ataupun lampu dengan sinar ultraviolet c mampu mengurangi risiko penularan Covid 19. "Beberapa penelitian dan tim pakar menyarankan penggunaan air purifier dan/atau lampu dengan sinar ultraviolet c, itu juga akan membantu mengurangi risiko penularan," ujarnya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *