August 3, 2021

Bedaya-re.com

Blog Seputar Bisnis, Gaya hidup, Wisata, Teknologi Dan Kesehatan

Militer Israel Serang Pos Pertahanan Hamas di Jalur Gaza

Tentara Israel mengatakan pihaknya menyerang basis Hamas di Jalur Gaza sebagai tanggapan atas roket yang menghantam Yerusalem pada Minggu (2/8/2020) malam. Secara terpisah, Palestina menyebut serangan itu sebagai pesan jelas eskalasi. Mengutip , pada Senin (3/8/2020), tentara Israel mengatakan mereka melakukan serangan dengan jet tempurnya.

“Kami menganggap Hamas bertanggung jawab atas semua aktivitas yang berasal dari Gaza," ungkap pihak militer melalui cuitan Twitter. Beberapa jam sebelumnya, tentara mengatakan, sebagian keluarga yang menonton teater drive in di Israel selatan lari tunggang langgang menghindari bom yang dikirim para militan. "Militan dari Gaza menembakan roket ke Israel," ungkap tentara tersebut.

Tak ada korban yang dilaporkan dalam serangan tersebut. Mengenai serangan ini , pihak Hamas menegaskan tak akan membiarkan Gaza menjadi ‘teater selama krisis ini’. "Kebijakan kami dalam menangani 'musuh' akan sepenuhnya konsisten dan terus berjuang," kata Hamas dalam pernyataan.

Lebih jauh, Jalur Gaza menjadi milik Israel setelah Yerusalem merebutnya dari Mesir dalam Perang 1967. Tetapi, pada 2005 kemarin, Israel secara sepihak menarik tentaranya dan mengevakuasi pemukimannya di Jalur Gaza. Bagaimana pun, Israel dan Mesir memiliki kuasa atas pebatasan Jalur Gaza.

Mesir dan Israel sering mentup perlintasan sebagai respon atas tembakan roket atau kekerasan lainnya di sepanjang perbatasan. Lebih jauh, konflik besar antara tentara Iseael dan Hamas terjadi pada 2014 lalu. Wikipedia mencatat, peristiwa peristiwa ini mencakup sebagi berikut:

Pemblokiran Jalur Gaza Gagalnya diskusi perdamaian yang disponsori AS. Upaya pembentukan pemerintahan koalisi oleh faksi faksi di Palestina.

Penculikan tiga remaja Israel Penculikan dan pembunuhan remaja Palestina Penangkapan hampir seluruh pemimpin Hamas di Tepi Barat oleh Israel

Meningkatnya serangan roket ke Israel setelah pencabutan blokade Gaza secara bertahap tak dipenuhi Hamas karena melangggar kesepakatan gencatan senjata sebelumnya.. Sejak 2014 ini juga kekerasan berkobar dari waktu ke waktu.