October 20, 2021

Bedaya-re.com

Blog Seputar Bisnis, Gaya hidup, Wisata, Teknologi Dan Kesehatan

Pengertian dan Jenis Investasi yang Perlu Pemula Tahu

Banyak orang yang masih belum tahu mengenai pengertian investasi yang sebenarnya. Kurangnya pengertian yang benar sering bikin investasi bukannya jadi untung malah jadi buntung. Jadi apa sih pengertian investasi yang benar?

Dalam buku berjudul the Intelligent Investor yang ditulis oleh Benjamin Graham, Bapak value investing, berikut adalah pengertian investasi: “Kegiatan investasi adalah tindakan yang melalui analisis menyeluruh, menjanjikan keamanan dana pokok dan memberikan keuntungan memadai.” Bila tidak memenuhi persyaratan ini artinya adalah tindakan spekulasi.

Oke, setelah tahu pengertian investasi yang benar, kemudian apa saja sih investasi 100 ribu hasilkan jutaan rupiah yang bisa kita lakukan?

Mungkin banyak yang mikir kalau investasi itu harus punya modal yang besar sehingga bukan untuk orang dengan penghasilan yang kecil. Mungkin kalau jaman dulu harus seperti itu. Tetapi tahukah kamu kalau sekarang ada beberapa alternatif investasi terbaik untuk pemula yang bisa dilakukan dengan modal yang minimal.

Yuk simak beberapa alternatif tersebut di bawah ini:

 

1. Emas

Sudah sejak lama emas merupakan komoditas yang sangat disukai oleh orang. Kenapa? Karena emas tidak bisa dicetak semaunya seperti layaknya uang kertas, sehingga persediaannya lebih terbatas. Keterbatasan inilah yang membuat nilai dari emas menjadi sangat berharga. Bahkan, emas pernah dijadikan standar dalam menentukan nilai uang kertas di masa lalu.

Investasi emas dapat dikatakan bertujuan untuk melindungi nilai kekayaan seseorang dalam jangka panjang. Bila melihat sejarah, pada tahun 1994 harga emas dalam rupiah masih ada di bawah Rp.100,000 per 1 gram, sedangkan saat ini harga emas sudah berada di kisaran Rp. 800,000 lebih per 1 gram.

Ini berarti, dalam jangka panjang, nilai emas bisa menjadi penyelamat bagi kekayaan seseorang di tengah inflasi yang terus terjadi di ekonomi. Bahkan, sudah bisa membuahkan keuntungan karena kenaikan harganya jauh melebihi inflasi dalam 20 tahun terakhir.

Kamu cukup mengeluarkan uang ratusan ribu saja untuk membeli satu gram emas (bisa juga kurang) dan sesuai pengertian investasi yang benar, uang kamu pun aman nilainya dalam jangka panjang.

2. Saham

Pada awalnya investasi saham memerlukan modal yang lumayan besar, ini dikarenakan banyak perusahaan sekuritas yang mewajibkan investor untuk menyetor uang dalam jumlah minimum yang besar sebelum memulai investasi.

Tapi sekarang, beberapa perusahaan sekuritas memiliki persyaratan penyetoran modal yang sangat rendah yaitu mulai dari 100 ribu saja. Hal ini membuat investor dengan modal yang minim bisa memulai berinvestasi di saham.

Saham termasuk salah satu investasi dengan risiko yang besar. Pergerakan harga saham sangatlah tidak menentu dan bisa mengalami kenaikan atau penurunan yang ekstrim dalam waktu yang tidak bisa diprediksi.

Jadi untuk berhasil pada investasi saham, kamu memerlukan pengetahuan yang cukup dan pengertian yang benar untuk mengelolanya. Bila tidak dibekali dengan pengertian yang benar, hasil investasi kamu bisa saja menjadi tidak maksimal bahkan bisa mengalami kerugian.

3. Reksadana

Alternatif investasi 100 ribu profit harian yang terakhir ini agak berbeda dengan dua alternatif yang disebutkan di atas. Karena berinvestasi reksadana berarti mempercayakan uang kalian untuk diinvestasikan kembali oleh manajer investasi sehingga menghasilkan keuntungan. Jadi kita tidak secara langsung mengelola uang investasi. Bila kamu masih belum paham apa reksadana itu bisa dibaca disini.

Selain bisa dimulai dengan modal yang minim yaitu dari Rp. 100.000, reksadana juga sangat sesuai untuk kamu yang belum punya pengalaman dalam investasi sama sekali. Kamu tidak perlu khawatir bagaimana mengelola investasi karena sudah ada manajer investasi profesional yang mengelola uang kamu. Ini menghindari kelalaian investor pemula bila belum sepenuhnya punya pengertian yang benar soal investasi.

Ada beragam jenis reksadana seperti reksadana saham, pasar uang, obligasi, dan campuran. Serta ada banyak juga manajer investasi yang menjual produk reksadana. Hal ini kadang bisa membuat kamu bingung dalam memilih reksadana yang tepat.