April 14, 2021

bedaya-re

Blog Seputar Bisnis, Gaya hidup, Wisata, Teknologi Dan Kesehatan

Tata Cara Mandi Sunnah Sebelum Shalat Idul Adha & Bacaan Niatnya

Inilah tata cara dan niat mandi yang dilakukan sebelum shalat Idul Adha. Tata cara mandi sunnah sebelum shalat Idul Adha sama seperti mandi wajib, yaitu dimulai dengan berniat dan membasuhi seluruh badan menggunakan air. Perbedaan mandi wajib dan mandi sunnah terletak pada hadats besar yang dilakukan.

Ketika memiliki hadats besar, maka wajib hukumnya untuk melakukan keramas. Adapun waktu pelaksanaan mandi sunnah bisa dilakukan mulai dari pertengahan malam Idul Adha atau pagi menjelang subuh atau sesudah shalat tahajud. ويدخل وقت هذا الغسل بنصف الليل

Artinya: “Waktu masuknya mandi sunnah (Idul Fitri/Idul Adha) adalah pada tengah malam.” (Syekh al Baijuri dalam kitabnya Hasyiyatu Asy Syaikh Ibrahim al Baijuri ala Syarh al Allamah Ibn al Qasim al Ghazi ‘ala Matn asy Syaikh Abi Syuja'). Selain itu, mandi tersebut tidak sah jika dilakukan sebelum tengah malam karena lebih afdhal dilakukan setelah fajar (subuh). Ketika sudah terbenamnya matahari di hari Idul Adha/Idul Fitri, maka sudah tidak disunahkan lagi mandi.

"Sebab, tujuan utama disunnahkannya mandi pada hari itu adalah tujuannya untuk mempersiapkan diri di hari raya Idul Fitri," kata Wakil Ketua Majelis Dakwah dan Pendidikan Islam (Madani), Ustadz Ainul Yaqin. نَوَيْتُ الْغُسْلَ لِيَوْمِ عِيْدِ اْلاَضْحَى سُنَّةً ِللهِ تَعَالَى NAWAITUL GHUSLA LIYAUMI 'IIEDIL ADHAA SUNNATAN LILLAAHI TA'ALAA

Artinya : Sengaja saya mandi pada hari Raya Idul Adha Sunnah karena Allah Ta'ala. Diketahui, ada beberapa jenis mandi yang disunnahkan oleh Rasulullah SAW.

Beberapa di antaranya yaitu mandi sebelum salat Jumat, mandi setelah memandikan mayit, mandi sebelum hari raya idul fitri dan/atau hari raya idul adha dan masih banyak lagi. Dari ‘Ali bin Abi Thalib , “Seseorang pernah bertanya pada ‘Ali radhiyallahu ‘anhu mengenai mandi. ‘Ali menjawab, “Mandilah setiap hari jika kamu mau.” Orang tadi berkata, “Bukan. Maksudku, manakah mandi yang dianjurkan?”

‘Ali menjawab, “Mandi pada hari Jumat, hari Arofah, hari Idul Adha dan Idul Fitri.” (HR. Al Baihaqi 3/278. Syaikh Al Albani mengatakan, sanad hadits ini shahih. Lihat Al Irwa’ 1/177). Dari hadits di atas sudah sangat jelas, mandi sebelum melaksanakan salat hari raya adalah sunnah atau dianjurkan oleh Rasulullah, baik itu hari raya Idul Fitri maupun hari raya Idul Adha. Selain mandi, umat Muslim yang hendak berangkat menunaikan salat Idul Adha disunnahkan untuk memakai wangi wangian.

Tak hanya itu, untuk menyempurnakan penampilan, umat Muslim disunnahkan pula untuk memotong rambut, memotong kuku, menghilangkan bau badan yang tidak enak. Ini bertujuan untuk memperoleh keutamaan di hari raya. Dalam kitab Al Majmu’ Syarhul Muhaddzab terdapat keterangan mengenai amalan sunnah ini,

والسنة أن يتنظف بحلق الشعر وتقليم الظفر وقطع الرائحة لانه يوم عيد فسن فيه ما ذكرناه كيوم الجمعة والسنة أن يتطيب Disunnahkan pada hari raya Id membersihkan anggota badan dengan memotong rambut, memotong kuku, menghilangkan bau badan yang tidak enak, karena amalan tersebut sebagaimana dilaksanakan pada hari Jum’at, dan disunnahkan juga memakai wangi wangian. Namun bagi yang berkurban di Idul Adha dilarang memotong kuku dan rambut.

Bagaimana dengan rukun mandi yang benar? Sebenarnya caranya sama dengan mandi ketika akan shalat jumat. Berikut cara mandi: 1. Menuangkan air dan mencuci kedua tangan

2. Mengambil air dengan tangan kanan untuk mencuci kemaluan dengan tangan kiri 3. Menggosokkan tangan kiri ke tanah dan bisa diganti dengan sabun 4. Berkumur dan menghirup air dengan hidung, kemudian dilanjutkan dengan berwudhu namun tidak perlu sampai kaki karena bagian ini diakhirkan

5. Basahi rambut, lalu sela sela pangkal rambut dan basahi dengan air sampai semua basah 6. Siram kepala 3 kali dilanjutkan dengan menyiram air ke seluruh tubuh. Panduan lengkap mandi di Hari Jumat (Yuvid.TV)

7. Mengguyur air ke seluruh badan, dimulai dari bagian kanan 8. Basahi kaki, sampai sela sela jari hingga semua basah Hal ini sebagaimana diterangkan dalam hadis.

Aisyah radhiyallahu'anhu menceritakan tata cara mandi sunnah Rasulullah, "Beliau (Rasulullah) memulainya dengan mencuci kedua telapak tangannya. "Kemudian beliau berwudhu sebagaimana wudhu untuk shalat.

"Beliau memasukkan jari jari ke dalam air, lalu menggosokkannya ke kulit kepala. "Kemudian menyiramkan air ke atas kepalanya dengan cidukan kedua telapak tangan sebanyak tiga kali. ثُمَّ يُفِيضُ الْمَاءَ عَلَى جَسَدِهِ كُلِّهِ

“Kemudian beliau mengguyur air pada seluruh badannya.” (HR Bukhari No 248 dan Muslim No 316). Dalam setiap pekerjaan syariat Islam mengajarkan untuk membaca bismillah terlebih dahulu. Kemudian sebelum mandi dapat berwudhu.

Membersihkan badan untuk menghilangkan najis dan hadas, dengan cara menggosokkan tangan pada badan. Saat hendak membersihkan setiap bagian badan mendahulukan sisi kanan lalu kiri.