Ini Aturannya Becak Wisata di Alun-alun Kidul dari Beroperasi

Pariwisata di Yogyakarta mulai mengeliat. Sepeda wisata atau becak wisata di Alun alun Kidul (Alkid), Yogyakarta kembali beroperasi untuk menyambut wisatawan. Meski begitu, becak wisata saat pandemi Covid 19 harus mengikuti protokol kesehatan.

Becak wisata saat Adabtasi Kebiasaan Baru (AKB) memberlakukan ganjil genap. Koordinator Komunitas Sepeda Wisata (Kasta) Alkid Yogyakarta, Tejo Kahono, manyampaikan pembukaan sepeda wisata sudah dimulai sejak 1 Juli lalu. Namun demikian, kunjungan wisatawan baru terasa akhir akhir ini.

Agar operasional berjalan kondusif, para pemilik becak dan sepeda wisata sepakat berlakukan genap ganjil. Tejo menambahkan, total becak wisata yang tergabung di Kasta sekitar 112 unit. Ia mengaku tenang setelah beberapa bulan terakhir tidak ada pemasukan sama sekali.

"Ya lumayan tenang karena mulai ada penghasilan. Masak iya harus mengandalkan bantuan terus," tegas dia. Beroperasinya kembali becak wisata ini merupakan anjuran dari Pemerintah Kecamatan, Pemerintah Kota Yogyakarta, dan disepakati oleh Gubernur DIY Sri Sultan Hamengku Buwono X. "Anjuran genap ganjil ini berdasarkan kesepakatan pemerintah dan gubernur. Nah sekarang yang keluar hanya separuh. Ya sekitar 60 an," imbuh dia.

Tejo menyadari, di masa pandemi Covid 19 seperti saat ini animo masyarakat tidak seramai hari hari sebelum pandemi. Mereka pun bergotong royong untuk menghidupkan ekonomi antar sesama pemilik becak wisata. "Ya kami bergabung, uangnya dia ya uang yang lain. Jadi misalnya saya dapat tarikan, uangnya dikumpulkan terus dibagi rata ke teman lain yang tidak mendapat penumpang," ujar Tejo.

Sekali jalan wisatawan hanya ditarif biaya sebesar Rp50 ribu untuk becak ukuran besar, dan Rp30 ribu untuk becak ukuran kecil. "Harapannya ya bisa kembali normal seperti dulu lagi. Supaya ramai dan mencukupi hidup," tandasnya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *